Sudah 1.447 Kasus Positif PMK di Kalimantan Barat, Sintang Masih Zona Hijau
Menurut Banter Sintang termasuk dalam kabupaten pertama di Kalbar dalam pelaksanaan vaksinasi PMK.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Kepala Bidang Kesehatan hewan dan Kesmavet pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, drh. Banter Wahyudi mengunngkapkan saat ini di Kalbar tengah mengahadapi wabah penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak. Dalam beberapa bulan terakhir tercatat 1.477 kasus positif PMK dilaporkan.
"Saat ini jumlah kasus yang telah dilaporkan positif 1.477, tersebar di 8 kabupaten kota di 27 kecamatan dan 58 desa di kalbar. Memang wabah ini muncul di Kalbar dan telah dinyatakan tertular sejak 12 Mei 2022," ujarnya saat menghadiri lanching vaksin PMK di Sintang, Rabu 29 Juni 2022.
Banter sepandangan dengan Jarot Winarno jika penanganan dan pencegahan PMK sama dengan virus Covid-19. Bahkan, tingkat kecepatan penularannya melebihi virus corona.
• Syarat Hewan Kurban Masuk ke Kalbar, Karantina Hingga Pemeriksaan Ulang Antemorten & Post Morten
"Memang PMK hampir sama dengan covid dan kecepatan penularannya bisa melebihi. Karena ternyata virus PMK selain menular baik langsung atau tidak langsung, tapi juga menular lewat udara, jadi berdasarkan informasi bisa sampai 10 kilometer," ungkap Banter.
Menurut Banter Sintang termasuk dalam kabupaten pertama di Kalbar dalam pelaksanaan vaksinasi PMK.
"Saya kira ini suatu hal yang sangat bagus dan positif. Tentu inilah salah satu komitmen yang perlu kita apresiasi terhadap pemkab sintang dan semua unsur yang terlibat dalam satgas," jelasnya.
Vaksinasi PMK tahap pertama dimulai tanggal 25 Juni sampai 7 Juli 2022. Banter menyebut ketersediaan vaksin terbatas. Kalbar mendapat kuota vaksin dari pusat hanya 3.900 dan untuk sintang dialokasikan 600 dosis.
"Dan itu akan ditambah untuk tahap kedua kalau selesai sesuai jadwal. Apabila kita bisa memenuhi target maka untuk tahap kedua kita akan jadi perioritas. Kabupatem sintang sampai saat ini sebenarnya masih masih zona hijau," ungkapnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News