Nilai Kalbar Siap Menuju Endemi, Zulfydar Zaidar Mochtar Harap Perekonomian Meningkat

masyarakat Kalbar sudah mengetahui apabila mereka memerlukan masker saat berkomunikasi maka masker dikenakan, begitupun sebaliknya.

Penulis: Maskartini | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ MASKARTINI
Zulfydar Zaidar Mochtar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Kebijakan pelonggaran protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 telah diumumkan beberapa waktu lalu.

Meskipun Jokowi menekankan pelepasan masker diruangan terbuka dengan syarat tidak dalam kerumunan, namun ini menjadi sinyal Indonesia telah resmi memasuki masa transisi dari pandemi menjadi endemi virus corona.

Pengusaha Kota Pontianak, Zulfydar Zaidar Mochtar menilai Kalbar sudah siap menuju endemi. 

"Tentu Kalbar sudah siap menuju endemi khususnya Kota Pontianak. Setelah dilakukan pelonggaran oleh presiden, terlihat pergerakan masyarakat berjalan baik tidak ada penularan Covid-1," ujarnya.

Ketua Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kalbar untuk periode 2021-2025 ini mengatakan data yang diterima juga tidak ada data pasien tambahan atau kasus baru yang dirawat di rumah sakit. 

"Artinya menunjukkan bahwa anjuran vaksinasi diikuti oleh masyarakat, yang mana vaksinasi sudah sekitar 80 persen. Dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat tetap berkomunikasi secara bebas dalam event maupun perkawinan. Artinya penularan sudah tidak ada lagi," ujarnya.

Terkait prokes, masyarakat Kalbar sudah mengetahui apabila mereka memerlukan masker saat berkomunikasi maka masker dikenakan, begitupun sebaliknya.

Update Kasus Covid-19 di Kalbar, Kadiskes Kalbar Imbau Tetap Pakai Masker dalam Kerumunan

"Artinya fleksibel, jika mereka merasa memerlukan masker, dikenakan. Kita belajar dari pandemi selama ini, masyarakat sadar diri jika merasakan memerlukan kesehatan lebih mereka menggunakan. Tetapi jika merasa sehat, tidak menggunakan masker," ujarnya.

Mall dan warung kopi kata Zulvidar juga sudah normal sehingga rencana pencabutan PPKM nantinya diharapkan mampu memberikan dampak perekonomian kepada masyarakat. 

"Dengan dilonggarkan, kita harapkan terjadi peningkatan perekonomian, jual beli meningkat, dan pada akhirnya diharapkan kontribusi pemerintah mampu menyiapkan pekerjaan dan stimulus," ujarnya.

Ia mengaku tidak khawatir lantaran Covid-19 sudah steril dengan sendirinya. Ia mengatakan masyarakat dengan penyakit gula darah, umur lansia sudah sadar diri apabila hendak melakukan kegiatan diluar. 

"Sehingga tidak menjadi kekhawatiran namun tetap menjaga kesehatan lingkungan, sanitasi yang sudah dipelajari dari dulu. Kita berharap ini menjadi kajian dari pemerintah agar tidak menggunakan masker," ujarnya.
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved