Apa Sanksi Perusahaan yang Tidak Bayar Lembur Lebaran ?

Tak hanya libur lebaran, sanski tersebut juga diberikan bagi pengusaha yang tidak memberikan upah lembur bagi karyawannya yang bekerja pada libur

Editor: Jimmi Abraham
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Ilustrasi uang upah lembur. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ketahui sanksi apa yang bisa diterima oleh perusahaan ketika tidak bayar upah lembur karyawan.

Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemenaker memberikan sanksi tegas bagi pengusaha yang tidak membayarkan upah lembur lebaran kepada karyawannya.

Tak hanya libur lebaran, sanski tersebut juga diberikan bagi pengusaha yang tidak memberikan upah lembur bagi karyawannya yang bekerja pada libur nasional.

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan dan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker & K3) Kemnaker Haiyani Rumondang mengatakan bahwa pengusaha yang mempekerjakan karyawannya saat libur nasional wajib membayar upah lembur, termasuk saat lebaran.

(Update berita seputar Idul Fitri 2022 disini)

Alhamdullilah ! Pak Tarno Kebanjiran Endorse Sampai Followers Naik, Anderson Paak: I Love You Twin

Apabila pengusaha tidak membayar upah lembur tersebut, pengusaha dapat dikenai sanksi.

"Di Pasal 187 Undang-Undang Cipta Kerja bahwa pengusaha yang tidak membayar upah lembur pada hari libur resmi (pasal 85 ayat 3), dikenakan sanksi pidana kurungan paling singkat 1 bulan dan paling lama 12 bulan dan atau denda paling sedikit Rp10 juta dan paling banyak Rp 100 juta," ujar Haiyani, dikutip dari Antara.

Mengacu pada aturan tersebut, Pasal 187 Undang-Undang Cipta Kerja berbunyi sebagai berikut:

"Barang siapa melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1), Pasal 67 ayat (1), Pasal 7l ayat (2), Pasal 76, Pasal 78 ayat(2),Pasal79 ayat (1), ayat (2), atau ayat (3), Pasal 85 ayat (3), atau Pasal 144 dikenai sanksi pidana kurungan paling singkat 1 (satu) bulan dan paling lama 12 (dua belas) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) dan paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah)." tulis aturan itu.

Videonya Viral Saat Injak Alquran, Ini Sosok Dika Eka dan Ancaman Hukumannya

Bekerja saat libur lebaran

Pengusaha yang mempekerjakan karyawannya pada hari pertama dan kedua hari raya Idul Fitri, yakni pada tanggal merah/hari libur nasional sebagaimana telah ditetapkan oleh pemerintah, maka pengusaha tersebut wajib memberikan upah lembur.

"Pengusaha yang tidak membayar upah kerja lembur bagi pekerja yang dipekerjakan pada hari libur nasional yang ditetapkan dikenakan sanksi pidana kurungan atau denda,” kata Haiyani.

Adapun aturan tersebut telah diatur secara rinci dalam Pasal 78 ayat (2) UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja jo Pasal 29 ayat (2) PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan PHK.

Apakah Libur Sekolah Diperpanjang oleh Pemerintah Indonesia ?

Besaran upah lembur lebaran

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved