Omicron Masih Merebak, Kini Muncul Deltacron | Ilmuwan Temukan Mutasi Baru Virus Corona Covid-19 ?

Deltacron adalah varian Covid-19 yang menggabungkan varian Delta dan Omicron. Para ilmuwan di Siprus telah mengidentifikasi 25 pasien terinfeksi varia

Editor: Ishak
JACK GUEZ / AFP
Seorang petugas medis tampak bersiap menyiapkan ruangan penangan Covid-19 di sebuah rumah sakit di Israel beberapa waktu lalu. 

Ini terjadi ketika virus membuat salinan dirinya sendiri, dan kesalahan muncul pada gennya.

Dalam kebanyakan kasus, perubahan ini tidak berbahaya.

Tetapi kadang, proses itu dapat menimbulkan keuntungan seperti lebih mudah menular atau lebih mampu menghindari vaksin Covid-19.

Diperkirakan bahwa varian Omicron muncul pada infeksi yang menetap pada orang yang sistem kekebalannya terganggu.

Itu memungkinkan virus untuk bermutasi beberapa kali, untuk “melatih” dirinya menjadi lebih baik dalam menginfeksi manusia dan menghindari kekebalan sebelumnya.

Varian Covid-19 Deltacron kesalahan lab?

Dilansir dari Kompas.com, para ahli Inggris pada Senin 10 Januari 2022 mengatakan, dugaan mutasi virus corona berjuluk Deltacron yang ditemukan di laboratorium Siprus kemungkinan besar adalah kontaminasi lab, bukan varian baru yang mengkhawatirkan.

Meskipun ada kemungkinan menggabungkan virus corona secara genetik, itu jarang terjadi,

Dan para ilmuwan yang menganalisis penemuan yang disebut Covid-19 "Deltacron" mengatakan, itu tidak mungkin.

Omicron Kalah, Varian Baru Virus Corona Satu Ini Lebih Bermutasi! WHO Beri Perhatian Khusus

"Urutan 'Deltacron' Siprus yang dilaporkan oleh beberapa media besar terlihat jelas merupakan kontaminasi," ujar Tom Peacock, ahli virologi dengan departemen penyakit menular di Imperial College London, dalam twitnya akhir pekan lalu.

Jeffrey Barrett, kepala Inisiatif Genomik Covid-19 di Institut Wellcome Sanger Inggris, mengatakan bahwa dugaan mutasi terletak pada bagian genom yang rentan terhadap kesalahan dalam prosedur pengurutan tertentu.

"Ini (Covid-19 Deltacron) hampir pasti bukan rekombinan biologis dari garis keturunan Delta dan Omicron," katanya pada Senin dikutip dari AFP.

Itulah informasi mengenai Covid-19 Deltacron. Apapun jenis virusnya, kasus Covid-19 kembali naik, kita harus menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan. (*)

Materi di artikel ini juga telah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul Setelah Omicron, Di Siprus Temukan Covid-19 Deltacron, Apa Itu?

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved