Omicron Masih Merebak, Kini Muncul Deltacron | Ilmuwan Temukan Mutasi Baru Virus Corona Covid-19 ?

Deltacron adalah varian Covid-19 yang menggabungkan varian Delta dan Omicron. Para ilmuwan di Siprus telah mengidentifikasi 25 pasien terinfeksi varia

Editor: Ishak
JACK GUEZ / AFP
Seorang petugas medis tampak bersiap menyiapkan ruangan penangan Covid-19 di sebuah rumah sakit di Israel beberapa waktu lalu. 

“Kita akan melihat selanjutnya jika jenis ini lebih patologis atau lebih menular atau jika itu mulai dominan,” ujar Kostrikis melansir Daily Mail pada Minggu (9/1/2022).

Para ilmuwan telah mengirimkan temuan Covid-19 Deltacron tersebut ke GISAID, database internasional yang melacak virus.

Infeksi Covid biasanya hanya melibatkan satu strain mutan, tetapi dalam kasus yang sangat jarang, dua varian dapat menyerang pada saat yang bersamaan.

Jika ini juga menginfeksi sel yang sama, mereka mungkin dapat bertukar DNA dan bergabung untuk membuat varian baru virus corona.

Bulan lalu, pemimpin Moderna memperingatkan tentang mutan hibrida yang dia khawatirkan akan lebih buruk daripada yang saat ini melanda seluruh dunia.

Dr Paul Burton, Pemimpin perusahaan medis pembuat vaksin Covid-19 itu, memperingatkan tingginya jumlah Delta dan Omicron membuat kombinasi itu mungkin terjadi.

Dia mengatakan kepada anggota parlemen di Komite Sains dan Teknologi, bahwa 'pasti' mungkin virus dapat bertukar gen dan memicu varian yang lebih berbahaya.

Jumlah Kasus Omicron di Indonesia Kembali Bertambah, 414 Orang Sudah Terkonfirmasi Positif

Para peneliti telah memperingatkan bahwa peristiwa-peristiwa ini, yang secara ilmiah disebut 'peristiwa rekombinasi', mungkin terjadi.

Tetapi, itu memerlukan kondisi yang sangat spesifik dan kebetulan dari sebagian besar peristiwa yang tidak dapat dikendalikan.

Hanya tiga varian Covid, yang dibuat oleh virus yang bertukar gen yang sebelumnya telah dicatat.

Virus tersebut sebagian besar mengandalkan mutasi acak untuk membuat lebih banyak varian.

Varian baru tidak muncul selama dua bulan ketika varian Delta mengalahkan varian Alpha melalui metode ini.

Dalam satu kasus, peristiwa rekombinasi terjadi di Inggris ketika varian Alpha bergabung dengan B.1.177, yang pertama kali muncul di Spanyol, pada akhir Januari 2021. Itu menyebabkan 44 kasus sebelum akhirnya menghilang.

Para ilmuwan di California mengatakan mereka telah mengidentifikasi varian rekombinasi lain pada Februari tahun lalu, dengan galur Kent bergabung dengan B.1.429 yang pertama kali terlihat di daerah tersebut.

Strain baru ini juga menyebabkan sangat sedikit kasus, dan dengan cepat menghilang.

Pemkab Sambas Perketat Lalu Lintas Pintu PLBN Aruk Guna Cegah Penyebaran COVID Varian Omicron

Covid-19 sebagian besar mengandalkan mutasi acak untuk mengembangkan varian baru.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved