Cuaca Tak Menentu, Kota Mempawah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Terlihat juga para pengguna jalan tepatnya pengendara roda dua sudah ada yang menggunakan jas hujan saat melintas demi bisa menerobos hujan.

Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/RAMADHAN
Hujan mengguyur sekitar pasar Mempawah, Jalan GM Taufik, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Minggu 5 Desember 2021 sore. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Kota Mempawah kembali diguyur hujan dengan intensitas lebat, Minggu 5 Desember 2021 sore.

Seperti halnya yang terjadi di sekitar Pasar Mempawah, Jalan GM Taufik, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, yang juga diguyur hujan.

Hingga saat ini hujan masih mengguyur bumi Galaherang, dan awan hitam terlihat masih menyelimuti langit Mempawah.

Terlihat juga para pengguna jalan tepatnya pengendara roda dua sudah ada yang menggunakan jas hujan saat melintas demi bisa menerobos hujan.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto, menyebutkan situasi keadaan cuaca di Kabupaten Mempawah memang dalam keadaan tidak normal.

PERINGATAN DINI Cuaca Ekstrem Hari Senin 6 & Selasa 7 Desember 2021 Waspada Hujan Angin Kencang

"Berdasarkan prakiraan BMKG Supadio yang dirilis tanggal 1 Desember 2021, untuk potensi cuaca ekstrem Kalbar umumnya diperkirakan hingga 8 Desember 2021. Namun untuk Kabupaten Mempawah cuaca ekstrem diperkirakan sampai 6 Desember 2021," jelasnya, Minggu 5 Desember 2021.

Dikatakan Didik, cuaca ekstrem saat ini yakni berpotensi hujan lebat dan angin kencang yang akan terjadi.

"Untuk kondisi cuaca saat ini memang tidak menentu, tapi pada umumnya masih didominasi oleh ancaman banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor," jelasnya.

Tentunya kata Didik, untuk mencegah ataupun meminimalisir dampak dari adanya bencana, BPBD telah melakukan upaya untuk itu semua.

"Untuk antisipasinya kita juga sudah melakukan beberapa kegiatan, diantaranya kita melakukan kegiatan penyebarluasan informasi potensi bencana alam, dan juga melakukan kegiatan pelatihan dasar pencegahan dan mitigasi bencana kepada warga masyarakat yang bermukim di wilayah yang sering terjadi bencana," terangnya.

Selain itu juga kata Didik, pihaknya terus membangun komunikasi dan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan stakeholder lainnya dalam rangka gerak cepat pencegahan dan penanganan bencana.

"Kita juga terus berkoordinasi dengan Camat dan Desa yang biasa menjadi langganan bencana, khususnya langganan banjir," tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Mempawah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved