Breaking News:

Pola Hidup Sehat

Methylprednisolone Obat Apa ? Cek Dosis Pemakaian dan Efek Sampingnya

Penggunaan jangka panjang metilprednisolon dikaitkan dengan hiperglisemia, penurunan ketahanan terhadap infeksi, pembengkakan wajah.....

Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
Obat Methylprednisolone. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Methylprednisolone, atau metilprednisolon, adalah obat jenis kortikosteroid yang memiliki fungsi untuk mengurangi gejala peradangan (yang meliputi pembengkakan, rasa nyeri) atau meredakan reaksi alergi.

Methylprednisolone juga memiliki kegunaan untuk mengatasi masalah kesehatan lainnya, seperti:

  • arthritis
  • kelainan darah
  • reaksi alergi yang parah (anafilaktik)
  • jenis-jenis kanker tertentu

8 MANFAAT Buah Tin untuk Kesehatan, Obat Diabetes Sembelit Hingga Penyakit Kronis

  • penyakit mata
  • penyakit kulit/ginjal/usus/paru-paru
  • kelainan sistem imun

Obat ini dipasarkan di Amerika Serikat dan Kanada dengan merek Medrol dan Solu-Medrol.

Obat ini tersedia sebagai obat generik.

Obat ini termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia, daftar obat-obatan paling penting yang dibutuhkan dalam sistem kesehatan dasar.

Cara kerja methylprednisolone adalah dengan menurunkan sistem imun terhadap beberapa penyakit.

Obat ini juga dapat digunakan bersamaan dengan obat lain untuk mengatasi kelainan hormon.

Penggunaan jangka panjang metilprednisolon dikaitkan dengan hiperglisemia, penurunan ketahanan terhadap infeksi, pembengkakan wajah, berat badan, insufisiensi jantung kongestif, retensi cairan dan natrium, edema, hipertensi, peningkatan tekanan mata, glaukoma, osteoporosis, psikosis, terutama ketika digunakan pada dosis tinggi.

INILAH Melabic Obat Herbal Diabetes, Berikut Daftar Pemanis Buatan Aman untuk Penderita Diabetes !

Dosis Methylprednisolone

Perlu diingat, dosis obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter. Adapun dosis dari methylprednisolone, yaitu:

  • Untuk anti-inflammasi (antiradang) atau immunosupresan melalui oral: dosis awal 2-60 mg/hari; Methylprednisolone Na succinate: Anti-inflamasi atau immunosuppresif: 10-500 mg/hari (intravena), 10-80 mg 1 kalo sehari (intramuskular); Methylprednisolone acetate: 10-80 mg setiap 1-2 minggu (intramuskular), 4-10 mg (sendi kecil); 10-40 mg (sendi sedang); 20-80 mg (sendi besar) dengan rute intraartikular (disuntik langsung pada sendi), dapat diiulang setiap 1-5 minggu; 20-60 mg setiap 1-5 minggu dengan rute pemberian secara intralesi (penyuntikan di lokasi keloid).
  • Untuk kondisi alergi (oral): 24 mg pada hari pertama, 20 mg pada hari kedua, 16 mg pada hari ke 3, 12 mg pada hari ke 4, 8 mg pada hari ke 5, 4 mg pada hari ke 6. Semua dosis dapat diberikan secara tunggal atau dosis terbagi.
  • Untuk penolakan akut transplantasi organ dari spesies yang sama (acute allogract rejection) diberikan melalui intravena: 0,5-1 gram/hari.
  • Untuk status asthmaticus (serangan asma berat) diberikan melalui intravena: 40 mg, diulang sesuai dengan respon yang menerima obat ini.
  • Untuk corticosteroid-responsive dermatose: methylprednisolone acetate: 20-60 mg, dapat diulang hingga 4 kali injeksi interval, tergantung pada tipe lesi dan respon pasien terhadap injeksi awal; topikal: 0,1% salep methylprednisolone aceponate: oleskan pada area yang bengkak/ terinfeksi hingga 12 minggu. (*)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved