Eva Faja Ripanti Sebut E-Learning UNTAN Jadi Solusi Pembelajaran di Tengah Pandemi
Eva mengintesifkan sosialisasi kepada 9 Fakultas di Untan dengan memberikan pelatihan, bimbingan teknis, mengajarkan pedoman pembelajaran daring.
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
“Bisa saja kita siasati dengan ukuran file yang diminimkan saat mengupload, atau strategi lainnya. Akan tetapi ini merupakan sebuah teknologi, syaratnya mesti cepat, karena bila lambat pasti bikin orang malas pakai. Makanya, kita mesti siapkan kebutuhan apa saja untuk menunjangnya,” terangnya.
Dia pun mengakui masih menemui penolakan E-Learning. Namun ia menganggap hal tersebut sebagai tantangan. Pasalnya, bisa jadi adanya kelemahan dalam penguasaan teknologi tersebut sehingga malas duluan untuk mecoba.
Tapi dengan begitu banyaknya civitas akademika yang telah menggunakan ini, tentu akan menjadi testimoni yang baik untuk pihak lainnya yang belum pakai untuk mencoba terlebih dahulu.
• PKM Jurusan Keperawatan FK Untan Gandeng Pesantren, Edukasi Protokol Kesehatan hingga Gelar Bansos
“Tujuan kita dengan adanya ini adalah efektivitas serta meningkatkan kualiatas pembelajaran,” urainya lebih lanjut.
Peraih gelar PhD dari Cranfield University Inggris ini telah menyiapkan sejumlah inovasi dalam dalam E-Learning UNTAN.
Satu di antaranya memperbanyak modul yang bisa diakses seluruh civitas akademika di luar Untan. Link ini akan terkoneksi di SPADA DIKTI. Saat ini jumlanya baru 35 modul yang terdaftar di sana.
SPADA Dikti merupakan sebuah Learning Management System (LMS). Dalam SPADA Indonesia terdapat materi terbuka dimana materi terbuka sendiri merupakan kumpulan materi perkuliahan dalam format rekaman video kuliah dan dapat diakses secara gratis kapan saja, dari mana saja dan oleh siapa saja.
“Untan memiliki banyak expert sehingga modul pembelajaran sangat baik bila dipublikasikan dan bisa diakses seluruh mahasiswa di Indonesia. Hal ini juga baik bagi profil Untan di luar sana,” katanya.
• Disdikbud Kalbar Tegaskan Siap Terapkan E-learning di Sekolah-Sekolah Punya Fasilitas Memadai
Satu lagi LMS yang tengah diincar yakni membuat Open Course Ware (OCW). Dijelaskanya lewat OCW tersebut mampu menyimpan semua resources pembelajaran yang ada di Untan. Dengan harapan bisa diakses siapapun tidak hanya di Indonesia tapi bahkan diluar.
“Persiapan sudah kami mulai saat ini, memang ini targetnya jangka panjang karena semua persiapan harus dikawal, tapi arahnya memang ke sana,” ungkapnya.