Disdikbud Kalbar Tegaskan Siap Terapkan E-learning di Sekolah-Sekolah Punya Fasilitas Memadai
Terlebih penerapan e-learning punya fleksibelitas tinggi dan sumber belajar yang banyak dengan pemanfaatan teknologi dan informasi.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Madrosid
Disdikbud Kalbar Tegaskan Siap Terapkan E-learning di Sekolah-Sekolah Punya Fasilitas Memadai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat menegaskan Kalimantan Barat siap menerapkan e-learning dalam upaya menjembatani anak-anak daerah mengakses pendidikan secara mudah dan seluas-luasnya.
Terlebih penerapan e-learning punya fleksibelitas tinggi dan sumber belajar yang banyak dengan pemanfaatan teknologi dan informasi (TI).
“Jika e-learning diuji coba di Pontianak, tentu Disdikbud Kalbar sambut baik. Kami siap,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Kalbar Suprianus Herman saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, Rabu (20/2/2019).
Baca: Pemkab Sintang Gelar Sosialisasi Aturan Pungutan PNBP Sektor Kehutanan
Baca: LIDA Indosiar 2019, Si Kembar 2H dari Jawa Timur Tersenggol dari Panggung Liga Dangdut Indonesia
Baca: Rapat Paripurna Penyampaian Visi Misi Bupati Kubu Raya
Ia mengakui pondasi e-learning sudah ada di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) bahkan ada di dalam Undang-Undang (UU) Perguruan Tinggi. UU itu mengamanatkan proses pendidikan yang terorganisasi.
“Kita di SMA dan SMP sampai saat ini masih pendidikan formal atau masih sekolah. Tapi tidak menutup kemungkinan itu bisa dilakukan juga oleh Kemendikbud,” terangnya.
Ia mencontohkan sistem online Ujian Nasional (UN) yang berjalan lancar dan baik selama ini merupakan satu diantara pemanfaatan teknologi dan informasi.
“Pelajar Kalbar juga sudah sangat update dengan penggunaan media teknologi informasi. Tentu kita siap siap menjalankan kalau ke depan akan diterapkan di sekolah-sekolah,” imbuhnya.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa penerapan itu harus pada daerah-daerah yang punya jaringan telekomunikasi. Pemenuhan jaringan itu, kata dia, sangat diperlukan sebagai faktor eksternal. Khusus pada daerah-daerah yang memiliki ketersediaan sarana, prasarana dan fasilitas memadai.
“Itu faktor eksternalnya. Tidak hanya jaringan komunikasi, tapi juga ketersiedaan listrik dan sebagainya,” katanya.
Kendati demikian, nantinya sekolah-sekolah formal tetap akan dibangun sebagai wadah untuk proses pendewasaan anak-anak kategori remaja yang masih perlu sekolah formal.
Pemprov akan melayani Pendidikan masyarakat agar bisa mengakses pendidikan seluas-luasnya.
“Masyarakat Indonesia khususnya Kalbar harus mendapatkan hak dan kewajiban untuk memperoleh pendidikan. Ini sebagai upaya membangun Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” tandasnya.