Eva Faja Ripanti Sebut E-Learning UNTAN Jadi Solusi Pembelajaran di Tengah Pandemi
Eva mengintesifkan sosialisasi kepada 9 Fakultas di Untan dengan memberikan pelatihan, bimbingan teknis, mengajarkan pedoman pembelajaran daring.
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
Serta mahasiswa dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen atau tutor dengan waktu yang sudah ditentukan. Pembelajaran e-learning memiliki fitur-fitur yang bervariasi seperti tersedianya materi dalam bentuk video intruksional, animasi, dalam bentuk teks (Pdf), forum diskusi, chat, pra tes, kuis dan lain sebagainya.
Begitu menariknya resources yang sudah dimiliki Untan ini. Eva mengibaratkan E-Learning ini seperti rumah, sementara dirinya dan tim Pusat Pengembangan E-Learning Untan bertugas mengisi rumah tersebut dengan fitur-fitur yang bisa dimanfaatkan untuk mengefektifkan dan mengefisienkankan pembelajaran.
Menurutnya kehadiran E-Learning UNTAN adalah solusi di tengah situasi pandemi yang belum mereda. Sebetulnya E-Learning UNTAN sudah dikenalkan pada 2014 silam.
Ini merupakan bagian dari Learning Management System (LMS). Kala itu, UPT TIK Untan bertugas membuat platform tersebut.
Hanya memang belum tersosialisasi dengan massif penggunaannya. Bahkan kala itu baru sekitar 50 kelas aktif atau baru 2 persen yang menggunakannya.
• Kemenag Kapuas Hulu Laksanakan Program E-learning via Zoom Meeting
Barulah pada 2019, dibentuk Pusat Pengembangan E-Learning Universitas Tanjungpura yang berada di bawah nauangan Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UNTAN. Eva dipercaya memimpinnya.
“Ini seperti jawaban dari kondisi semula, di mana kita enggan memakai teknologi. Nyaman dengan gaya masing-masing, tapi sekarang memakai teknologi digital malah menjadi tuntutan,” ujarnya.
Sejak 2019 pula, Eva mengintesifkan sosialisasi kepada 9 Fakultas di Untan dengan memberikan pelatihan, bimbingan teknis, mengajarkan pedoman pembelajaran daring. Akhirnya ini menujukkan hasil. Sudah ada 1000 kelas aktif memakai E-Learning UNTAN.
Dulunya, E-Learning UNTAN hanya diperuntukkan sebagai pendukung pembelajaran tradisional atau tatap muka. Sekarang justru menjadi kebutuhan terutama di era New Normal.
Lewat sumber daya tersebut pula, proses dokumentasi pembelajaran bisa dimiliki. Hal ini tentunya bisa menjadi evaluasi untuk proses perbaikan.
• Telkomsel Perluas Kolaborasi, E-Learning Hadir Dukung Pembelajaran Daring Perguruan Tinggi
Perempuan kelahiran Singkawang 1978 silam ini menuturkan alasannya begitu bersemangat dalam pengembangan E-Learning. Dia menilai platform tersebut memiliki manfaat yang besar bagi banyak pihak. Sebagai pendidik, lanjutnya maka ia berpikir ini menjadi kebutuhan untuk proses pembelajaran.
“Saya juga seorang yang spesifik pendidikannya di sistem informasi atau terkait dengan teknologi. Saya menganggap ini sebagai kontribusi saya di bidang keilmuan tersebut. Apalagi saya diberikan media tersebut, maka tugas saya untuk melaksanakannya,” kata Alumnus Universitas Gunadarma ini.
“Dengan saya ditugaskan di Pusat E-Learning, tentunya sebagai profesional, saya mesti melakukan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Karena ini amanah dan tanggungjawab yang diberikan,” kata Eva.
Dalam kesempatan tersebut, ia menceritakan tantangan dalam penerapan dan pengembangan E-Learning adalah kebutuhan ruang atau space yang lebih besar. Oleh karena untuk melayani user yang dalam jumlah banyak serta dengan berbagai keperluan mereka.
• Wagub Kalbar Ria Norsan Launching Fitur Baru Live Streaming dan E-Learning SiCerdas
Misalkan saja, untuk satu kelas itu saja butuh tempat penyimpanan file yang besar. Karena di situ, mereka melakukan proses upload video dan lainnya.