Breaking News:

Gejala Gula Darah Tinggi Wajib Diketahui ! Waspada Diabetes Melitus

Dalam jangka panjang, gula darah tinggi persisten dapat menyebabkan komplikasi yang memengaruhi saraf, pembuluh darah, jaringan, dan organ.

Editor: Rizky Prabowo Rahino
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi sering buang air kecil. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Gula darah tinggi adalah kondisi yang penting untuk segera ditangani.

Pasalnya, jika tidak diobati, hiperglikemia dapat menjadi parah dan menyebabkan komplikasi serius yang memerlukan perawatan darurat, seperti koma diabetes (kehilangan kesadaran).

Dalam jangka panjang, gula darah tinggi persisten dapat menyebabkan komplikasi yang memengaruhi saraf, pembuluh darah, jaringan, dan organ.

Kerusakan pembuluh darah dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Sementara kerusakan saraf bisa juga menyebabkan kerusakan mata, kerusakan ginjal, serta luka yang tidak dapat disembuhkan.

Dilansir dari Cleveland Clinic, seseorang dapat dianggap memiliki kadar gula darah tinggi jika:

- Gula darah puasa (tidak makan setidaknya selama 8 jam): di atas atau sebesar 125 mg/dL

- Gula darah satu sampai dua jam setelah makan: di atas atau sebesar 180 mg/dL

- Gula darah pada penderita gangguan toleransi glukosa atau pra-diabetes: 100 mg/dL sampai 125 mg/dL

- Hemoglobin A1C (HbA1C): di atas atau sebesar 6,5

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved