Breaking News:

Cegah Insiden Kebakaran di Lapas dan Rutan, KanwilKumham Kalbar Keluarkan Intruksi Khusus

Selain itu, ia mengatakan di dalam Lapas dan Rutan sudah memiliki SOP Mitigasi Bencana dan semua UPT sudah menerapkan hal itu.

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Surianto Kepala Bidang Kamkeswat dan Lola Basan Baran, Divisi Pemasyarakatan Kanwilkumham Kalbar saat di temui Tribun Pontianak. Jumat 10 September 2021, Tribun Pontianak Ferryanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menyikapi insiden terbakarnya satu blok hunian Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Tangerang yang menewaskan 41 orang pada 8 September 2021, Kepala Kanwilkumham Kalbar langsung mengeluarkan intruksi terkait pelaksanaan pemeriksaan instalasi listrik.

"seketika terjadi insiden itu, secara responsif, kepala Divisi Pemasyarakatan dan kepala Kantor Wilayah sudah memberikan intruksi langung kepada UPT Pemasyarakatan yang ada di Kalbar, inti dari intruksi tertulis itu, agar segera melakukan opnam, pemeriksaan ulang, pemetaan ulang, dengan menggandeng ahlinya, dengan hal ini mungkin dengan Perusahaan listrik negara, dan siangnya disusul dengan surat dari Direktorat jendral, untuk mengantisipasi agar tidak terulang kejadian itu,''ujar Surianto Kepala Bidang Kamkeswat dan Lola Basan Baran, Divisi Pemasyarakatan Kanwilkumham Kalbar, ujarnya Jumat 10 September 2021.

Ia menjelaskan, pemeriksaan yang dimaksud dalam surat tersebut ialah melakukan penggeledahan seluruh hunian di dalam rutan dan lapas yang ada di Kalbar, memeriksa kelistrikan di dalam blok hunian warga binaan.

Diakuinya memang warga binaan kerap melakukan berbagai upaya untuk mendapat aliran listrik untuk berbagai kepentingan mereka.

Razia Instalasi Listrik Guna Cegah Korsleting, Kalapas Sintang Temukan Sambungan Ilegal

''dan Alhamdulillah kita sudah menerima laporan dari 13 UPT yang ada di Kalbar bahwa sudah dilakukan hal itu, Inshaa Allah bisa dicegah terjadinya hal serupa,''tuturnya.

Selain itu, ia mengatakan di dalam Lapas dan Rutan sudah memiliki SOP Mitigasi Bencana dan semua UPT sudah menerapkan hal itu.

Di Kalimantan Barat, terdapat 13 UPT yang terdiri dari 7 rumah tahanan dan 6 Lembaga Pemasyarakatan dengan kapasitas sekira 2.500 orang, namun berdasarkan data yang ada saat ini ada lebih dari 5.000 warga binaan yang menghuni Lapas dan Rutan tersebut.

"Secara teori, bila berbicara ideal, kita (di kalbar) membutuhkan Lapas khusus Narkotika, kerena dari jumlah 5.000 itu setengahnya merupakan kasus Narkotika, sehingga bila ada maka kasus narkotika kita sentralistik disana,''tuturnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved