Pola Hidup Sehat

CARA Mengembalikan Indra Penciuman Akibat Flu, Ini Beda Flu Biasa dengan Covid

Tanpa indra penciuman, indra perasa pada lidah hanya dapat mendeteksi beberapa rasa. Hal ini dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Tayang:
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
INTISARI ONLINE
Ilustrasi hilang penciuman. 

Penelitian menunjukkan bahwa latihan penciuman yang disertai dengan semprotan hidung steroid, berupa budesonide, dapat meningkatkan kemampuan penciuman dibandingkan dengan membersihkan bagian dalam hidung menggunakan larutan air garam.

Jika beberapa cara mengembalikan indra penciuman di atas tidak mampu mengatasi anosmia yang Anda alami, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, terlebih jika sudah menyebabkan malnutrisi dan penurunan berat badan karena tidak nafsu makan, sesak napas, atau depresi.

Penyebab Anosmia 

Terlihat sepele, tetapi kondisi tersebut dapat memengaruhi kehidupan seseorang.

Hal tersebut dapat memicu penurunan nafsu makan yang berujung pada penurunan berat badan, bahkan depresi.

Dilansir dari halodoc, Ini beberapa penyebab anosmia yang perlu diketahui:

1. Penyakit Flu

Penyebab anosmia yang pertama adalah penyakit flu.

Hampir setiap orang pernah terkena influenza.

Penyakit ini disebabkan adanya infeksi virus influenza yang menyerang, terutama organ pernapasan.

Saat mengalaminya, hidung yang tersumbat akan menghasilkan lendir yang berlebihan, sehingga membuat tidak bisa mencium aroma dengan baik.

Saat kondisi tubuh mulai membaik, ketidakpekaan terhadap bau ini akan pulih.

Salah Satu Cara untuk Mengetahui  Seseorang Terinfeksi HIV Adalah? Apa Itu Sufficient & Gejala HIV?

2. Sinusitis Akut

Penyebab anosmia selanjutnya adalah sinusitis akut.

Akibat sinusitis, rongga di sekitar hidung mengalami peradangan dan pembengkakan.

Kondisi ini bisa merusak saraf dan indera penciuman dan juga bisa menyebabkan anosmia.

3. Rinitis (alergi)

Rinitis akibat alergi pada berbagai rangsangan juga bisa menyebabkan anosmia.

Alergi terhadap dingin misalnya dapat membuat hidung meler dan tekanan pada rongga hidung dan saraf di sekitar hidung bisa memicu anosmia.

4. Kelainan Tulang Hidung

Kelainan tulang hidung berupa tulang septum yang tidak lurus akan menghalangi aliran udara ke dalam hidung.

Akibatnya, bau yang berasal dari luar tidak sampai ke bagian hidung, sehingga saraf tidak bisa mengirimkan sinyal ke otak.

Ketidakmampuan mencium bau ini adalah pertanda anosmia.

Bukankah pengertian anosmia itu sendiri adalah ketidakmampuan mengenali bau?

5. Polip Hidung

Polip hidung menjadi penyebab anosmia selanjutnya.

Pertumbuhan polip bisa menghambat aliran udara, sehingga hidung kehilangan fungsi mencium berbagai jenis aroma.

BUAH yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Asam Lambung, Asam Lambung dan Maag Apakah Sama?

6. Kerusakan Otak atau Saraf

Kerusakan saraf karena penuaan, penyakit seperti kanker otak atau darah tinggi juga bisa menyebabkan gangguan saraf pada hidung.

Ini bisa mengakibatkan si pengidap menjadi tidak bisa mencium aroma tertentu.

Selain itu, kerusakan saraf juga bisa terjadi pada orang yang mengalami kecelakaan atau trauma.

7. Faktor Usia

Orang tua biasanya akan mengalami pelemahan sistem saraf.

Salah satunya adalah kerusakan saraf yang bertugas mengirim sinyal aroma ke bagian otak. Ini bisa menjadi penyebab anosmia.

8. Aneurisma Otak

Aneurisma adalah kondisi dengan penemuan sumbatan pada bagian pembuluh darah di otak yang berbentuk seperti balon.

Pengidap aneurisma pada otak juga berisiko mengalami masalah penciuman.

9. Pengaruh Antibiotik

Penggunaan antibiotik yang terlalu banyak juga berisiko dapat melemahkan saraf yang bekerja untuk bagian hidung dan biasanya juga disertai dengan gangguan telinga.

Kondisi ini menjadi pemicu anosmia.

Jadi, kamu harus tetap waspada dengan efek samping antibiotik, ya.

10. Malnutrisi

Kekurangan nutrisi bisa membuat semua saraf dan sistem metabolisme tubuh tidak berjalan dengan baik.

Hal ini menyebabkan seseorang tidak bisa mencium aroma tertentu dan berisiko mengalami anosmia.

Buah yang Mengandung Vitamin B & Kandungan Vitamin B Complex, Kegunaan Vitamin B Complex?

Apakah Anosmia Bisa Sembuh Sendiri?

Penderita anosmia bawaan tidak akan bisa mencium bau seumur hidupnya.

Saat ini, belum ada penyembuh atau pengobatan untuk anosmia bawaan.

Namun, jenis anosmia lainnya bisa diobati ketika kondisi utama penyebabnya telah diobati.

Pengobatan yang dapat membantu Anda mengatasi anosmia adalah:

  • Semprotan hidung steroid
  • Antihistamin
  • Tablet steroid
  • Operasi untuk mengangkat polip hidung
  • Operasi untuk meluruskan septum hidung
  • Operasi untuk membersihkan sinus, disebut operasi endoskopik sinus (ESS)

Anda juga bisa menggunakan obat-obatan yang berfokus pada kondisi penyebab dari anosmia itu sendiri.

Misalnya dengan mengonsumsi obat-obatan flu sebagai cara mengembalikan penciuman saat terkena flu. 

BEDA Penyakit Hilang Rasa dan Bau Akibat Covid 19 dengan Flu Biasa

Beda Anosmia Akibat Flu dan Covid-19

Berikut bedanya anosmia yang menjadi gejala COVID-19 dengan gejala flu biasa:

1.Muncul Secara Tiba-tiba

Hal pertama yang membedakan anosmia yang menjadi gejala COVID-19 dengan flu adalah anosmia akibat COVID-19 cenderung muncul secara tiba-tiba dan parah. 

Gejala anosmia biasanya muncul sekitar 2-14 hari setelah terpapar virus corona. Namun, gejala tersebut biasanya terjadi secara tiba-tiba meskipun kamu tidak mengalami masalah dalam bernapas.

Sementara pada kasus flu, anosmia biasanya diawali dengan hidung meler atau tersumbat yang bisa menghilangkan kemampuan penciuman kamu. 

2.Disertai dengan Gejala Dysgeusia

Selain itu, anosmia yang terjadi akibat virus corona juga cenderung parah.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Rhinology yang mencoba mencari perbedaan antara anosmia pada COVID-19 dan pilek, meneliti kemampuan penciuman dan pengecapan pada 10 pasien COVID-19, 10 pasien flu atau pilek, dan 10 orang sehat. Hasilnya adalah hilangnya fungsi penciuman pada pasien COVID-19 lebih parah. 

Anosmia pada pengidap COVID-19 juga disertai dengan gejala dysgeusia, yaitu hilangnya kemampuan indra pengecap dalam merasakan makanan, khususnya membedakan rasa pahit dan manis.

Sementara itu pada pasien pilek, menurunnya kemampuan indera pengecap tidak terjadi.

Hanya sedikit pasien pilek yang mengalami penurunan fungsi indra pengecap, namun mereka masih bisa membedakan rasa pahit dan manis. 

Para ahli menduga gejala dysgeusia pada pasien COVID-19 terjadi karena virus corona memengaruhi sel-sel saraf yang terlibat langsung dengan sensasi penciuman dan rasa.

3. Bukan Disebabkan oleh Hidung Tersumbat

Perbedaan lain antara anosmia pada COVID-19 dan pilek adalah hilangnya indra penciuman pada saat flu disebabkan karena hidung dan saluran napas tersumbat.

Sementara anosmia yang terjadi pada pengidap COVID-19 dikaitkan dengan sistem saraf pusat.

Profesor Carl Philpott dari University of East Anglia’s Norwich Medical School sekaligus ketua dari studi tersebut mengungkapkan bahwa virus corona sebelumnya sudah diketahui bisa memengaruhi sistem saraf pusat berdasarkan tanda-tanda neurologis yang dikembangkan oleh beberapa pasien.

Penyakit tersebut mirip dengan SARS yang dilaporkan bisa masuk ke otak melalui reseptor bau di hidung.

Berjalan Kaki Dapat Mencegah Penyakit Kanker Usus Kanker Payudara & Diabetes, Ini Penjelasannya !

Jadi, anosmia yang terjadi pada beberapa pengidap COVID-19 diduga berkaitan dengan pengaruh virus tersebut pada sistem saraf pusat.

Itulah perbedaan antara anosmia yang menjadi gejala COVID-19 dengan flu biasa.

Selain kehilangan bau dan rasa, gejala utama COVID-19 lainnya yang bisa muncul adalah demam tinggi, dan batuk terus menerus.

Jadi, bila kamu mengalami gejala tersebut, lakukan tes COVID-19 untuk memastikan diagnosis.

Sementara menunggu hasil tes, kamu juga dianjurkan untuk mengisolasi diri guna mencegah penyebaran virus.

Cara memulihkan anosmia secara alami

Bagi Anda yang tengah bergelut dengan anosmia, ada beberapa obat alami untuk menyembuhkan hidung yang tidak bisa mencium bau.

Berikut beberapa obat anosmia alami:

1. Latihan mencium bau

Melansir Healthline, latihan mencium bau adalah salah satu obat anosmia alami yang bisa diandalkan.

Latihan ini menggunakan empat jenis benda yang memiliki aroma kuat di rumah. Agar lebih praktis, Anda juga bisa memanfaatkan minyak asiri atau minyak esensial.

Cara mengobati anosmia dengan latihan bau cukup praktis.

Cukup konsentrasi dan hirup atau baui empat macam aroma berbeda, masing-masing selama 20 detik.

Lakukan latihan mencium bau tiga kali sehari.

Dalam enam minggu, biasanya anosmia bisa sembuh.

Latihan penciuman lebih efektif dilakukan dengan aroma atau bau yang sama setiap hari.

Gunakan bahan alami yang ada di rumah seperti bubuk kopi, kembang mawar, kayu putih, atau cengkeh.

2. Minyak jarak

Minyak jarak juga sering digunakan sebagai obat anosmia alami untuk mengatasi hidung tidak bisa mencium bau.

Kandungan asam risinoleat dalam minyak jarak dapat membantu melawan infeksi, mengurangi pembengkakan, dan peradangan di saluran hidung.

Biasanya, minyak jarak digunakan sebagai obat mengatasi anosmia karena pilek atau alergi.

Cara mengobati anosmia dengan minyak jarak bisa dimulai dengan menghangatkan minyak jarak, jangan sampai panas atau mendidih.

Lalu teteskan sedikit minyak jarak di setiap tepi lubang hidung sekali kali sehari, saat bangun tidur dan sebelum tidur.

Apa Itu Buah Kecubung? Ini Manfaat Buah Kecubung & Bahaya Efek Makan Kecubung

3. Jahe

Obat alami lainnya untuk menyembuhkan anosmia akibat Covid-19 adalah jahe.

Kandungan gingerol dapat menguarkan aroma kuat dari jahe. Bahan alami ini juga bisa digunakan untuk membantu mengatasi hidung tidak bisa mencium bau.

Anda bisa menggunakan jahe untuk latihan bau, bersama tiga jenis aroma berbeda lainnya.

Selain itu, minum seduhan jahe untuk membantu meredakan peradangan, sekaligus mengatasi hidung tersumbat yang terkadang bisa menyebabkan anosmia.

Cara menyiapkan seduhan jahe untuk menyembuhkan anosmia cukup mudah. Kupas jahe secukupnya, sedikit geprek, lalu seduh dengan air panas selama 15 menit.

4. Daun mint

Daun mint juga termasuk obat alami untuk menyembuhkan anosmia.

Kandungan mentol dalam daun mint mengandung zat antimikroba dan antiperadangan.

Keduanya bisa membantu mengatasi hidung tersumbat penyebab hidung tidak bisa mencium bau.

Seperti jahe, Anda bisa menggunakan daun mint untuk latihan bau, bersama tiga jenis aroma berbeda lainnya.

Selain itu, minum seduhan daun mint untuk melegakan saluran pernapasan.

Cara mengobati anosmia dengan seduhan daun mint yakni dengan merebus 10-15 lembar daun mint dalam secangkir air.

Saring seduhan daun mint tersebut, lalu tambahkan sesendok madu untuk membantu melegakan pernapasan dan mengatasi hidung tidak bisa mencium bau.

5. Lemon

Obat alami lainnya untuk menyembuhkan anosmia akibat Covid-19 adalah lemon.

Jeruk lemon mengandung vitamin C, antioksidan, dan zat antimikroba yang bisa digunakan sebagai obat anosmia alami.

Seperti jahe dan daun mint, Anda bisa menggunakan lemon untuk latihan bau, bersama tiga jenis aroma berbeda lainnya.

Selain itu, minum segelas air hangat yang diberi sedikit perasan lemon dan satu sendok teh madu.

Minum seduhan lemon ini dua kali sehari untuk meredakan tenggorokan dan membantu mengobati anosmia.

6. Bawang putih

Bawang putih termasuk obat alami untuk menyembuhkan anosmia yang terjadi akibat Covid-19.

Bawang putih mengandung asam risinoleat. Zat ini bersifat antiperadangan dan antibakteri yang potensial digunakan sebagai obat anosmia alami.

Cara mengobati anosmia dengan bawang putih cukup mudah.

Geprek atau tumbuh empat sampai lima siung bawang putih, tambahkan secangkir air mendidih, lalu rebus selama dua menit.

Minum ramuan tersebut ketika masih hangat dua kali sehari untuk membantu mengatasi hidung tidak bisa mencium bau.

Itulah beragam obat alami anosmia akibat Covid-19. Sebelum menjajal obat anosmia alami tersebut, terutama yang diminum, ada baiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter yang menangani.

Jika sudah beberapa saat dijajal dan anosmia tak kunjung sembuh, minta dokter meresepkan obat untuk mengatasi masalah kesehatan ini.

Beda Flu Biasa dengan Gejala Covid

Dalam beberapa kasus, gejala Covid-19 akan mirip dengan gejala flu biasa.

Namun, tak menutup kemungkinan akan memiliki gejala yang berbeda.

Misalnya, salah satu gejala Covid-19 yang paling umum adalah demam.

Dilansir dari kompas, gejala ini tidak selalu terjadi pada penderita flu biasa.

Tanda-tanda Covid 19 Tanpa Gejala, Tanpa Disadari Sudah Terjangkit Covid-19

Merangkum dari Medical News Today, Covid-19 juga menyebabkan gejala yang lebih bervariasi daripada flu biasa dan memiliki risiko komplikasi parah yang lebih tinggi.

Pada dasarnya, flu biasa dan Covid-19 memiliki beberapa kesamaan.

Keduanya berkembang sebagai akibat dari virus pernapasan, menyebar dari orang ke orang melalui droplet yang berasal dari hidung dan mulut.

Namun, penting untuk diingat bahwa keduanya berbeda.

Seseorang dapat terkena Covid-19 akibat tertular virus SARS-CoV-2, yang merupakan jenis virus corona.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui mengenai Covid-19, seperti dirangkum dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

  • memiliki masa inkubasi potensial yang lebih lama
  • memiliki gejala yang lebih bervariasi
  • memiliki risiko komplikasi dan kematian yang lebih tinggi

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui perbedaan gejala antara Covid-19 dan flu biasa.

Dengan mengetahui perbedaan gejalanya, seseorang dapat menentukan langkah terbaik dalam menanganinya Flu biasa akan memiliki gejala berikut.

  • hidung meler atau tersumbat bersin
  • sakit tenggorokan
  • berkurangnya indra penciuman atau perasa
  • batuk
  • kelelahan

Gejala-gejala tersebut juga dapat terjadi pada orang dengan Covid-19.

Namun, COVID-19 juga dapat menyebabkan munculnya beberapa gejala lain berikut.

  • demam
  • sesak napas
  •  batuk kering
  • kelelahan
  • sakit kepala
  • nyeri otot atau tubuh kehilangan bau atau rasa baru
  • mual diare Baca juga: 4 Manfaat Vaksin Covid-19 yang Perlu Dipahami

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada beberapa gejala kurang umum yang mungkin bisa muncul pada pasien Covid-19.

Berikut ini beberapa gejala tersebut.

  • ruam kulit konjungtivitis (mata merah)
  • panas dingin
  • pusing
  • lekas marah,
  • cemas
  • depresi gangguan tidur. (*)
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved