Maulana Yasin Pimpin OJK Kalbar, Bangun Sinergisitas untuk Membangkitkan Semangat Pemulihan Ekonomi

Sinergitas yang dimaksud adalah diharapkan dalam rangka untuk berkontribusi dalam pengembangan dan pembangunan daerah khususnya di Kalimantan Barat.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Nina Soraya
TRIBUN PONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Kalimantan Barat, Maulana Yasin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Maulana Yasin dipercaya menjadi Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Kalimantan Barat menggantikan posisi sebelumnya yang dipercayakan pada Moch. Riezky F. Purnomo. 

Maulana Yasin memastikan akan melanjutkan program kerja yang telah dilakukan oleh Kepala OJK sebelumnya yakni Moch. Riezky F. Purnomo.

Bisnis Travel Go Public, OJK Sebut Pelaku Pariwisata Bisa Mencari Sumber Pendanaan di Pasar Modal

Menurutnya tugas ini harus dilakukan dengan menjalin sinergisitas bersama semua pihak untuk membangkitkan pemulihan ekonomi di daerah dan nasional.

Mantan Direktur Kantor Regional 9 Kalimantan ini berharap sinergisitas antara OJK dengan para pimpinan daerah, baik Gubernur, dan Forkopimda, baik Kejati, Pangdam, Polda, Bupati, Walikota dan Bank Indonesia harus terus dijalin dan ditingkatkan. 

Sinergitas yang dimaksud adalah diharapkan dalam rangka untuk berkontribusi dalam pengembangan dan pembangunan daerah khususnya di Kalimantan Barat. Apalagi saat ini kondisinya pandemi covid-19.

Kepala OJK Kalbar: Peran Media Dibutuhkan Bagi Industri Jasa Keuangan

"Kita juga berharap bisa berperan aktif dalam pemulihan ekonomi dan juga dengan adanya wabah pandemi covid-19 ini banyak lembaga keuangan yang menghadapi masalah terkait dengan nasabahnya, karena nasabahnya banyak yang terkendala dengan kegiatan usahanya. Dengan kondisi seperti ini, maka di OJK itu ada semacam kebijakan stimulus kepada industri, sehingga dia bisa melakukan kegiatan usaha terkait dengan perbankan industri jasa keuangan lainnya untuk bisa memperbaiki khususnya kualitas kredit kepada industri itu sendiri," ujar Maulana Yasin. 

OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan pada April 2021 Masih Solid

Kepala OJK Kalbar ini mengatakan dengan adanya kebijakan stimulus tersebut agar teman-teman industri keuangan bisa membantu para nasabahnya.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan restrukturisasi atau memberikan keringanan dalam pengkreditan pada nasabah yang kesulitan akibat covid-19.

"Sehingga kualitas kredit nasabahnya lancar. Karena berkaitan dengan kualitas, otomatis untuk penyediaan dari Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) cadangan risiko tidak dibentuk full karena lancar kecuali bermasalah otomatis cadangannya dibentuk full sehingga menjadi beban bank. Maka dengan stimulus itulah tidak menjadi beban daripada Bank," kata Maulana Yasin. 

Hari BPR/BPRS 2021, Kepala OJK Kalbar Harap Lebih Ekspansif Dalam Penyaluran Kredit

"Dengan adanya stimulus itulah sehingga tidak menjadi beban bagi bank dan tingkat kemampuan lebih baik sehingga bisa memberikan bantuan kepada nasabahnya," ungkapnya.

Tidak hanya itu, karena yang menjadi tantangan semua sektor dan semua pihak adalah wabah pandemi Covid-19 yang, maka bentuk sinergisitas yang dilakukan olehnya juga berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) daripada industri yang notabenenya memberikan pelayanan kepada masyarakat agar juga bisa berperan aktif dalam program vaksinasi covid-19 khususnya di lingkungan OJK.

OJK & FKIJK Kalbar Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Insan Industri Jasa Keuangan

"Maka kita menggalang sinergisitas dalam forum komunikasi industri jasa keuangan dengan OJK untuk bekerja sama agar SDM ataupun pegawai yang ada di OJK mendapatkan vaksin sehingga ada kekebalan tubuh untuk menghindari Covid-19 ini," ujarnya.

Hal tersebut dikatakakannya lantaran bisa meningkatkan imunitas tubuh dan bisa lebih percaya diri bagi pelaksana.

"Dan terpenting sehingga terhindar dari Covid-19 dan lebih maksimal dalam memberi pelayanan," ungkapnya.

Kantongi Izin OJK, Modal Rakyat Perkuat Sinergi dengan Fazz Financial Group

Menurutnya, dalam penyehatan industri atau pemulihan ekonomi OJK terus berupaya seperti yang telah dilakukan oleh pejabat sebelumnya.

Karena hal itu, lanjut Maulana Yasin, merupakan tugas dan fungsi utama OJK terciptanya industri jasa keuangan yang sehat.

"Tentu kita teruskan agar bisa melayani masyarakat menggunakan atau bertransaksi pada lembaga-lembaga jasa keuangan. Sehingga bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat ditengah pemulihan ekonomi ditengah pandemi Covid-19 ini," jelasnya.

OJK Dorong Mahasiswa Tergabung di FOSSEI Jadi Agen Literasi Keuangan Syariah

Untuk itu, pihaknya mendorong dan berupaya bersama-sama untuk memulihkan ekonomi. 

"Kita juga berharap agar ada sinergisitas kita sesuai dengan tugas kita di OJK untuk menyehatkan lembaga jasa keuangan dan juga melindungi masyarakat dalam bertransaksi terkait dengan jasa keuangan itu sendiri," katanya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved