Berita Viral

Strategi Baru Pemerintah Atasi Kenaikan Harga Beras Mahal Kini Tembus Rp 15.000 Per Kg

Pemerintah telah menyiapkan strategi baru guna menekan kenaikan harga beras yang terus melambung tinggi.

Editor: Rizky Zulham
Dok. Kompas.com
JUAL BERAS - Ilustrasi pedagang beras. Pemerintah telah menyiapkan strategi baru guna menekan kenaikan harga beras yang terus melambung tinggi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pemerintah telah menyiapkan strategi baru guna menekan kenaikan harga beras yang terus melambung tinggi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas, mengakui harga beras terus mengalami kenaikan hingga menembus Rp15.000 - Rp 15.500 per kilogram (kg).

Kenaikan ini terjadi di sejumlah minimarket.

Lonjakan harga dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp 6.500 per kg.

Ketentuan ini mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) No 2/2025 yang berlaku sejak 15 Januari 2025.

INTIP Tarif Resmi Listrik PLN Terbaru 1 September 2025 Berlaku untuk Semua Golongan Pelanggan

“Kalau belinya di minimarket, ya bisa Rp 15.000, bisa Rp 15.500,” ujar Zulhas saat gelaran Indonesia Summit 2025 Day 2 pada sesi Food Sovereignty for Economic Growth, Jakarta, Kamis 28 Agustus 2025.

“Kita putuskan harga gabah naik, keluar Keppres, harga gabah Rp 6.500.

Kalau gabah Rp 6.500, konsekuensinya harga beras pasti naik. Karena 1 kg beras hampir 2 kg gabah Rp 6.500 dikali 2, Rp 13.000,” paparnya.

Untuk meredam dampak kenaikan harga tersebut, pemerintah menyalurkan cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 1,3 juta ton dalam bentuk beras SPHP.

Beras tersebut dilepas ke pasar tradisional dengan harga jual Rp 12.500 per kilogram.

Padahal, biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk membeli beras itu lebih tinggi, yakni di atas Rp 13.000 per kg.

Selisih harga inilah yang kemudian ditanggung oleh pemerintah sebagai bentuk subsidi.

Namun, Zulhas menegaskan bahwa program ini tidak berlaku untuk semua lapisan masyarakat.

Melainkan diprioritaskan khusus bagi kelompok rentan yang paling terdampak oleh kenaikan harga beras.

Dengan begitu, subsidi benar-benar tepat sasaran dan bisa menjaga daya beli masyarakat kecil.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved