Breaking News:

OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan pada April 2021 Masih Solid

OJK berkoordinasi dengan pemerintah daerah dengan menerbitkan kebijakan yang membantu mempercepat pemulihan ekonomi serta mendorong potensi ekonomi

Editor: Nina Soraya
TRIBUNNEWS
Otoritas Jasa Keuangan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Otoritas Jasa Keuangan menilai sektor jasa keuangan hingga data April 2021 masih solid dengan indikator permodalan dan likuiditas yang tersedia serta risiko kredit yang terjaga.

Dalam siaran pers yang dikutip tribunpontianak.co.id pada Selasa 1 Juni 2021, disampaikan bahwa OJK menilai pemulihan ekonomi global terus berlanjut seiring pulihnya aktivitas perekonomian negara ekonomi utama dunia.

Kepala OJK Kalbar: Peran Media Dibutuhkan Bagi Industri Jasa Keuangan

Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Anto Prabowo, menjelaskan di domestik, indikator perekonomian seperti sektor rumah tangga dan korporasi mengindikasikan perbaikan.

Mobilitas penduduk di kuartal ke-2 meningkat signifikan yang diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi. 

“OJK juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dengan menerbitkan kebijakan yang membantu mempercepat pemulihan ekonomi serta mendorong potensi ekonomi alternatif baru sesuai dengan keunggulan masing-masing daerah,” paparnya.

Hari BPR/BPRS 2021, Kepala OJK Kalbar Harap Lebih Ekspansif Dalam Penyaluran Kredit

Pertumbuhan kredit hingga April masih terkontraksi sebesar 2,28 persen (yoy).

Namun, kredit konsumsi mulai tumbuh positif 0,31 persen (yoy) sejalan dengan meningkatnya proporsi pengeluaran konsumsi terutama didorong oleh KPR sebagai hasil dari kebijakan stimulus Pemerintah, OJK dan BI dalam penyaluran KPR.

Kepala Bank Indonesia Harapkan BPR Berperan Besar Dalam Penyaluran Kredit Sektor Produktif

Kredit sektor pariwisata juga tercatat tumbuh sebesar 5,99 persen ditopang kenaikan kredit pada restoran/rumah makan 10,53 persen/mtm dan angkatan laut domestik 1,24 persen/yoy.

Secara ytd pertumbuhan kredit masih positif, terutama didorong oleh penyaluran kredit dari bank BUMN dan BPD. Kredit UMKM juga mulai menunjukkan perbaikan.

"Dari tren ini, pertumbuhan kredit Q1/2021 lebih baik dari 2020, sehingga masih terdapat ruang untuk pertumbuhan," paparnya.

Rugikan Negara Hingga Rp 8,2 Milyar, Kajati Kalbar Bacakan Dakwaan 8 Terdakwa Kasus Kredit Fiktif 

Ruang pertumbuhan kredit juga didukung dengan suku bunga kredit yang terus turun.

Hingga April suku bunga kredit modal kerja turun menjadi 9,08 persen, bunga kredit konsumsi menjadi 10,87 persen dan suku bunga kredit investasi di posisi 8,68 persen. 

OJK menyatakan bahwa suku bunga bukan satu-satunya faktor penentu tumbuhnya kredit perbankan, karena pertumbuhan kredit sangat ditentukan oleh permintaan masyarakat.

Teten Masduki Dorong Kredit Union (CU) di Kalbar Merambah ke Sektor Lain Libatkan Anggota Aktif 

Permintaan atas kredit/pembiayaan akan kembali tinggi  apabila terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang mematuhi protokol kesehatan.

Hal tersebut didukung upaya vaksinasi yang semakin meluas untuk meningkatkan imunitas dan kesehatan masyarakat yang terjaga baik.  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved