Bisnis Travel Go Public, OJK Sebut Pelaku Pariwisata Bisa Mencari Sumber Pendanaan di Pasar Modal
kami percaya, kalau mau menggerakan ekonomi daerah maka sektor riil dulu termasuk sektor pariwisata harus didorong. Kegiatan ini kan membuka wacana
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Kalbar bersama DPD Asita Kalbar menggelar talkshow virtual Bisnis Travel Go Public “Strategi Pendanaan Murah Untuk Perusahaan Tour & Travel” pada Senin, 28 Juni 2021.
Kepala Kantor Wilayah Kalbar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Maulana Yasin, dalam sambutannya mengatakan pandemi yang menyebabkan pembatasan kegiatan masyarakat, tentu saja sangat memukul sektor riil termasuk sektor pariwisata.
• Bincang Pasar Modal, Kemenparekraf-BEI Dorong Pelaku UMKM Masuk Bursa Guna Mencari Pendanaan
Pasalnya sektor pariwisata mengandalkan mobilitas masyarakat.
“Makanya kami percaya, kalau mau menggerakan ekonomi daerah maka sektor riil dulu termasuk sektor pariwisata harus didorong. Kegiatan ini kan membuka wacana baru bagi pelaku pariwisata bahwa mereka bisa dapat alternatif pembiayaan untuk meningkatkan usaha mereka lewat pasar modal,” kata Maulana Yasin.
Kepala OJK Kalbar ini memaparkan bahwa jika melihat data, 92,37 persen UMKM (termasuk sektor pariwisata) masih mengandalkan modal sendiri atau mengandalkan pinjaman dari keluarga untuk keperluan permodalan usaha.
• Luncurkan Security Crowdfunding, Upaya OJK Dorong UKM Manfaatkan Pasar Modal
Lalu yang mendapatkan akses pinjaman dari bank hanya 24 persen saja, sementara yang mendapat perolehan pendanaan oleh lembaga non bank baru 0,66 persen.
“Oleh karena itu kita ketahui pemerintah berupaya mendukung sektor pariwisata dengan memberikan stimulus,” ujar Maulana Yasin.
Lalu terkait kinerja pasar modal di Kalbar, Maulana Yasin memastikan trennya terus meningkat. Untuk jumlah jumlah investor pada akhir 2019 lalu sebanyak 20.639 investor, sementara pada 2020 meningkat menjadi 52.146 investor. Sampai dengan April 2021 jumlah sudah sebanyak 69.215 investor.
• BEI & Kemenkraf Gelar Bincang Pasar Modal Bagi Pelaku UMKM Pariwisata
Sementara bila melihat pertumbuhan Single Investor Identification (SID) pada akhir 2019 jumlahnya sebanyak 17.464 SID, dan meningkat menjadi 26.056 SID pada akhir 2020. Lalu, posisi April 2021 jumlahnya tumbuh menjadi 35.621 SID.
“Pertumbuhan ini juga diikuti dengan pertumbuhan nilai transaksi yang juga mengembirakan. Pada 2019, nilai transaksi mencapai Rp 7,39 triliun, lalu meningkatkan signifikan pada akhir 2020 menjadi Rp 25,77 triliun. Untuk tahun ini hingga posisi April 2021 nilainya sudah mencapai Rp 22, 05 triliun. Artinya saat ini nilainya sudah 3 kali lipat dibanding 2019 lalu,” papar Kepala OJK Kalbar ini.
• Kepala OJK Kalbar: Peran Media Dibutuhkan Bagi Industri Jasa Keuangan
Dalam kegiatan tersebut hadir pula narasumber Dirut PT Tourindo Guide Indonesia Tbk Adi Putera Widjaja.
Seperti diketahui PT Tourindo Guide Indonesia Tbk selaku startup yang bergerak di bidang digital tourism marketplace dan telah melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada 2020 lalu.