Breaking News:

Teten Masduki Dorong Kredit Union (CU) di Kalbar Merambah ke Sektor Lain Libatkan Anggota Aktif 

Ia mengatakan sangat senang dengan keberadaan  Puskopdit BKCU Kalimantan yang merupakan salah satu Credit Union terbesar di Kalbar.

TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki berkunjung ke Kantor Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) BKCU Kalimantan di Jalan Imam Bonjol Pontianak, Minggu 28 Oktober 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki berkunjung ke Kantor Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) BKCU Kalimantan di Jalan Imam Bonjol Pontianak, Minggu 28 Maret 2021.

Ia mengatakan bahwa Kementrian terus mendorong agar Koperasi Kredit Simpan pinjam di Indonesia merambah ke Sektor Pangan, Kelautan, dan Perkebunsn yang sejauh ini belum diolah maksimal dengan melibatkan keanggotaan.

“Kami juga akan fokus mendorong UMKM yang  potensial  naik kelas dari segi keunggulan produk, inovasi dan nilai produk tinggi di dukung dengan bahan baku yang banyak,” ujarnya. 

Ia mengatakan sangat senang dengan keberadaan  Puskopdit BKCU Kalimantan yang merupakan salah satu Credit Union terbesar di Kalbar.

Baca juga: Usai Ditinjau Menkop dan UKM, Ini Harapan UMKM di Sekadau

“Saya ingin mereka membuka wirausaha baru melalui CU ini. Saat ini CU sudah masuk skala besar agar di dorong menjadi usaha besar dari koperasi,” ujarnya.

Ia mengaku bahkan tidak mengeri selama ini ada pembedaan antara CU dan Koperasi simpan pinjam lainnya.  Karena selama ini CU bisa  menjadi ekonomi rakyat yang real. 

“Kami ingin kerjasama terus kita jalankan dan didorong  ke sektor produksi lainnya. Saya rasa CU bisa masuk ke  sektor lain seperti kelautan, perkebunan karena kita punya potensi disana,” jelasnya.

Ia mengatakan jangan hanya koperasi berskala besar saja yang masuk disektor tersebut, dikatakannya jangan  hanya fokus mengurus kerjaninan saja karena akumulasi kapital yang didalat tidak ada. 

“Kita juga sedang masuk ke food processing makanan siap saji dengan masuk ke bahan baku dalam negeri dan saya lihat kita ada talas bahkan sekali panen bisa 1 ton dsn itu bisa kita manfaatkan,” jelasnya.

Ia mengatakan mendapat tugas langsung dari Presiden RI untuk lebih mendorong kemajuan koperasi yang bergerak di sektor pangan , dan bahkan pertanian.

“Kita harus membangun kolaborasi yang melibatkan banyak pihak. Sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat,”ujarnya.

Dikatakannya seperti dari Kementrian bekerjasama dengan Kimia Farma untuk mengolah bahan herbal. 

Apabila ada produk dari anggota Credit Union (CU) di Kalbar yang mempunyai bahan yang dibutuhkan bisa masuk dari situ untuk pemasok bahan mentahnya. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved