Breaking News:

Revisi Angka Pertumbuhan Ekonomi Nasional, BI Pastikan Tak Akan Pengaruhi Kalbar

ternyata pergerakan pertumbuhan PDRB lebih kecil dari prediksi pertumbuhan. Jadi bukan turun ya, tapi pertumbuhan tidak setinggi yang diperkirakan

TRIBUN PONTIANAK/NINA SORAYA
Kepala Perwakilan BI Kalbar Agus Chusaini (kanan), Kepala Tim Implementasi SP, PUR, dan MI, Jeffri Pakpahan (tengah) bersama Kepala Tim Perumusan dan Implementasi KEKDa, Kiptiah Riyanti (kiri) saat Konferensi Pers, Senin 26 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Baru-baru ini, Bank Indonesia (BI) memutuskan merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2021, menjadi kisaran 4,1 hingga 5,1 persen.

Terkait dampak revisi pertumbuhan ekonomi nasional bagi Kalimantan Barat (Kalbar), Kepala Perwakilan BI Kalbar Agus Chusaini memastikan tidak akan berdampak bagi Kalbar.

Bank Indonesia Kalbar Sosialisasikan QRIS hingga di Perbatasan Negara

Pasalnya, jika melihat pengendalian Covid-19 di Kalbar masih terkendali bila dibandingkan daerah lainnya.

Selanjutnya kegiatan ekspor yang menjadi penopang, juga menunjukkan kinerja yang relatif baik.

“Di Nasional, pertumbuhan ekonomi dikoreksi menjadi 4,1-5,1 persen. Ini karena ternyata pergerakan pertumbuhan PDRB lebih kecil dari prediksi pertumbuhan. Jadi bukan turun ya, tapi pertumbuhan tidak setinggi yang diperkirakan,” ungkap Agus Chusaini dalam Konferensi Pers, Senin 26 April 2021.

Dorong Kemandirian Ekonomi Ponpes, BI Kalbar Budidayakan Anggur di Mu’inul Islam Kubu Raya

Menurutnya koreksi di nasional dilakukan, karena melihat proses vaksinasi yang memerlukan waktu, sehingga berpengaruh pada geliat ekonomi yang tidak setinggi perkiraan sebelumnya.

Lalu bagaimana dengan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021? Agus Chusaini mengatakan pertumbuhan ekonomi Kalbar menunjukkan perbaikan setelah mengalami kontraksi pada tahun 2020.

Setelah mengalami kontraksi pada Triwulan IV 2020 sebesar -2,22 persen (you), maka perekonomian Kalbar pada Triwulan I 2021 menunjukkan perbaikan.

Kerap Picu Inflasi, Bank Indonesia Kembangkan Demplot dan Penangkaran Bawang Merah di Bengkayang

Ini ditandai dengan perbaikan pada beberapa indikator konsumsi. Antara lain, indeks keyakinan konsumen dan perbaikan nilai tukar petani.

" Di sisi ekspor, naiknya harga komoditas ekspor unggulan seperti CPO dan karet dapat mendukung perbaikan kinerja ekspor Kalbar," jelasnya.

Lalu di sisi Investasi, beberapa indikator seperti kredit investasi dan kredit konstruksi juga menunjukkan perbaikan di samping masih tetap berjalannya proyek strategis kelanjutan dari periode sebelumnya.

Bank Indonesia Kalbar Pasang Target Pertumbuhan QRIS 100 Persen

"Ke depan pertumbuhan Kalbar diperkirakan terus membaik seiring penerapan adaptasi kebiasaan baru oleh masyarakat dan program vaksinasi yang terus berjalan," ujarnya.

Agus memastikan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik serta peningkatan ekspor dan aliran masuk modal asing termasuk Penanaman Modal Asing.

Baca juga: Gubernur Sutarmidji Optimis Pertumbuhan Ekonomi Kalbar 2021 Semakin Baik

Kepala Tim Perumusan dan Implementasi KEKDa BI Kalbar, Kiptiah Riyanti, mengatakan untuk pertumbuhan ekonomi nasional tergantung pada proses vaksinasi yang ternyata belum sesuai dengan target pelaksanaannya.

“Apakah ini berpengaruh pada Kalbar? Sepanjang program vaksinasi berjalan baik di kalbar, maka tidak ada hubungan antara penurunan prediksi pertumbuhan nasional dengan Kalbar. Yang pasti perlu dipastikan program vaksinasi itu berjalan, kemudian penerapan kebiasaan baru di era new normal di masyarakat berjalan baik. Karena ini lah kunci pemulihan ekonomi nasional termasuk Kalbar,” sampainya.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved