Breaking News:

Pagi Sebut Penentuan Skala Prioritas Pembangunan Perlu Memperhatikan Visi Misi Kepala Daerah

Pada kesempatan itu, Muhammad Pagi mengatakan dalam penentuan skala prioritas pembangunan, perlu diperhatikan beberapa hal yang berkenaan dengan visi

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi membuka acara Forum Perangkat Daerah Kabupaten Mempawah Tahun Anggaran 2022, Selasa 23 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Wakil Bupati Mempawah Muhammad Pagi membuka acara Forum Perangkat Daerah Kabupaten Mempawah Tahun Anggaran 2022.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Bappeda Kabupaten Mempawah, Selasa 23 Februari 2021.

Mengingat masih adanya pandemi covid-19, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan itu sebagian masih menggunakan zoom meeting yang ditayangkan secara live melalui channel youtube, sehingga masyarakat dapat menyaksikan proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah secara transparan, akuntabel dan partisipatif.

Pada kesempatan itu, Muhammad Pagi mengatakan dalam penentuan skala prioritas pembangunan, perlu diperhatikan beberapa hal yang berkenaan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati selama 5 tahun kedepan, serta lima prioritas pembangunan daerah yang ingin dicapai pada tahun 2022.

"Diantaranya yang pertama yakni meningkatnya indeks pembangunan manusia (IPM), kedua yaitu meningkatnya pertumbuhan ekonomi, ketiga menurunnya pengangguran terbuka, keempat menurunnya angka kemiskinan dan terakhir yakni meningkatnya indeks infrastruktur," jelasnya.

Baca juga: Wabup Muhammad Pagi Buka Acara Forum Perangkat Daerah Kabupaten Mempawah Tahun Anggaran 2022

Menurut Muhammad Pagi, kelima prioritas pembangunan tersebut dapat tercapai apabila semua berkomitmen dalam perencanaan pembangunan dengan penentuan skala prioritas yang tepat sasaran.

"Sehingga apa yang menjadi tujuan akhir perencanaan pembangunan daerah adalah kesejahteraan masyarakat Mempawah dapat diwujudkan bersama menuju Mempawah yang cerdas, mandiri dan terdepan," katanya.

Lanjut setelah itu, Muhammad Pagi juga mengatakan, dengan merumuskan program-program prioritas yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa, maka pembangunan yang dihasilkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Sehingga keberdayaan kehidupan di Desa dapat meningkat, baik dari sektor ekonomi, sosial maupun kualitas lingkungan yang lebih baik," ujarnya.

Dirinya juga mengatakan, ada beberapa indikator Desa membangun, yang harus dapat menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama dibidang kesehatan yang harus ditingkatkan pada pelayanan kesehatan, keberdayaan masyarakat untuk kesehatan serta jaminan kesehatan masyarakat miskin.

Baca juga: KOHATI Mempawah Pinta Kepolisian Tindak Tegas Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Anak Bawah Umur

"Selain itu, dibidang pendidikan dasar dan menengah masih menjadi permasalahan sendiri, fasilitas pendidikan harus menjadi perhatian dan terus ditingkatkan, serta peningkatan pendidikan non formal yang dapat memberantas buta aksara," jelasnya lagi.

Selain itu peningkatan di bidang ekonomi, akses produksi pangan masyarakat Desa, menurut Muhammad Pagi juga perlu dibuka.

Sehingga nantinya dapat menumbuhkembangkan lembaga ekonomi seperti koperasi rakyat serta Bumdes-Bumdes di Desa dapat diberdayakan.

"Dibidang infrastruktur dalam banyak perspektif diyakini akan dapat menunjang peningkatan pertumbuhan produksi dan peningkatan pendapatan masyarakat dan sekaligus membuka keterisolasian daerah," tukasnya. (*)

Penulis: Ramadhan
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved