Breaking News:

Penularan Scabies Pada Warga di Pontianak Bukan Dari Hewan Peliharaan Melainkan Jenis Tungau

Jadi yang paling mendekati dengan penularan tersebut adalah jenis tungau sarcoptes scabei yang lebih berperan dalam penyebaran penyakit scabies terseb

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Satu diantara anak yang terkena penularan penyakit scabies di Gang Pisang Berangan Jalan Apel Pontianak beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Beberapa waktu lalu warga di Gang Pisang Berangan Jalan Apel Pontianak dihebohkan dengan penularan penyakit Scabies (penyakit kulit) antar warga sekitar.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, drh Nur Hidayatullah mengatakan bahwa scabies yang terjadi bukan merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan yang ada disekitar lingkungan tersebut.

Berdasarkan hasil investigas mendalam dapat dipastikan bahwa hasil kajian dari Puskesmas Perumnas 1 bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh jenis tungau sarcoptes scabei yang ditularkan antar orang per orang.

Ia mengatakan untuk jenis Tungau Sarcoptes scabei memang mudah menular dari hewan ke Manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Jadi berdasarkan hasil investigasi bahwa penularan penyakit scabies di Gang tersebut memiliki sifat mudah menular,” ujarnya kepada awak media, Kamis 18 Februari 2021.

Jadi yang paling mendekati dengan penularan tersebut adalah jenis tungau sarcoptes scabei yang lebih berperan dalam penyebaran penyakit scabies tersebut.

Baca juga: Apa Itu Penyakit Scabies, Berikut Penjelasan dan Berikut Cara Mencegahnya

Hidayatullah mengatakan bahwa hasil investigasi diperoleh fakta beberapa hal seperti pada wilayah tersebut tercatat hanya ada 3 (tiga) rumah yang memiliki hewan peliharaan kucing.

“Korban scabies pada manusia seluruhnya tidak memelihara hewan peliharaan, justru pada rumah yang dijumpai terdapat kucing scabies, tidak dijumpai adanya penderita penyakit scabies,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa saat dilapangan tidak dijumpai hewan maupun ternak seperti kambing, anjing, dan kelinci yang merupakan hewan rentan scabies.

Pada saat Tim Kesehatan Hewan melakukan investigasi sempat dilakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah kucing-kucing tersebut dalam keadaan sehat atau tidak.

“Dari hasil pemeriksaan dilapangan terhadap beberapa ekor kucing di gang tersebut tidak ditemukan tanda-tanda klinis scabies pada hewan tersebut,” ujarnya.

Namun saat dilakukan pemeriksaan pada hewan peliharaan warga ditemukan 2 ekor kucing yang menunjukkan tanda-tanda scabies.

“Kita lakukan pemeriksaan di rumah Ibu Jatinah dan ditemukan 2 ekor kucing yang menunjukkan tanda-tanda scabies.” ucapnya.

Baca juga: Kadiskes Kalbar Kunjungi Warga di Pontianak yang Terjangkit Penyakit Skabies

Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel untuk melakukan peneguhan diagnose dan mengidentifikasi jenis tungau yang menyebabkan scabies pada kucing tersebut. Sekaligus memberikan pengobatan terhadap kedua kucing tersebut.

“Jadi berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang diambil dari kucing scabies di lokasi berhasil diidentifikasi tungau jenis Notoedres Cati,” jelasnya.

Ia mengatakan tungau jenis Notoedres Cati dapat menular dari hewan ke manusia namun harus melalui kontak yang intensif. Berbeda dengan Sarcoptes scabei memang mudah menular dari hewan ke Manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dikatakannya ada beberapa Jenis tungau yang menjadi penyebab scabies pada hewan. Jenis sarcoptes scabei banyak dijumpai pada kasus scabies di kambing, anjing, babi, kuda dan sapi. Sedangkan jenis Notoedres Cati sering dijumpai pada kasus scabies di Kucing, Kelinci, tikus. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved