Breaking News:

Polres Ketapang Jaring 59 Orang dan 45 Unit Sepeda Motor yang Diduga Terlibat Aksi Balap Liar

Area yang disisir jalan Merdeka sampai ke Jembatan Pawan 5 dan Jalan R Suprapto yang memang sering dijadikan ajang kebut kebutan dan aksi balapan liar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Nur Imam Satria
Puluhan unit kendaraan roda dua yang terjaring karena diduga terlibat aksi kebut-kebutan dan balapan liar di sejumlah ruas jalan di Kota Ketapang. Foto Nur Imam Satria 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kepolisian Resor (Polres) Ketapang menjaring 59 orang dan 45 unit sepeda motor yang diduga terlibat aksi kebut-kebutan dan balapan liar di seputaran jalan di Kota Ketapang, Sabtu 6 Januari 2021.

Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil dari operasi cipta kondisi yang digelar oleh Satlantas bersama Satuan Shabara Polres Ketapang.

Dimana pada operasi yang digelar pada tengah malam itu, melibatkan 28 personel yang dipimpin langsung Kabag Ops Kompol Aditya.

"Kegiatan cipta kondisi membubarkan aksi kebut-kebutan dan balapan liar di jalan raya dilaksanakan Polres Ketapang sebagai bentuk upaya Polres dalam menciptakan suasana keamanan keselamatan, ketertiban dan kelancaran di jalan raya," kata Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono saat memimpin rilis di halaman Mapolres Ketapang, Senin 8 Januari 2021.

Kapolres Ketapang Gelar Silaturahmi dengan Para Tokoh di Tumbang Titi, Ini Yang Disampaikan

AKBP Wuryantono menambahkan, adapun area yang disisir untuk dilakukan penertiban yakni jalan Merdeka sampai ke Jembatan Pawan 5 dan Jalan R Suprapto yang memang sering dijadikan ajang kebut kebutan dan aksi balapan liar.

"Untuk kendaraan yang terjaring, akan dilakukan pendataan serta dilakukan tilang terhadap kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan serta menggunakan knalpot blong. Kepada para pelaku balapan liar ini akan diberikan pembinaan serta akan diserahkan kepada orang tua masing masing," ujarnya.

lebih lanjut AKBP Wuryantono menjelaskan, kedepan pihaknya akan terus menggelar kegiatan yang sama.

Hal itu dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga masyarakat pengguna jalan raya.

"Serta mendisiplinkan warga masyarakat yang berkerumun saat menyaksikan atau mengikuti aksi kebut kebutan dalam mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi covid-19," tandasnya. (*)

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved