Breaking News:

Ratusan Guru di Kabupaten Ketapang Mulai Laksanakan Vaksinasi COVID

Vaksinasi terhadap guru dan tenaga kependidikan ini akan dilakukan selama tiga hari dari 4 hinga 6 Maret 2021

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Satu diantara guru saat disuntik vaksin 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Sebanyak 957 guru dari jenjang SD dan SMP termasuk tenaga kependidikan di Kabupaten Ketapang memulai vaksinasi yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Ketapang, Kamis 4 Maret 2021.

Vaksinasi terhadap guru dan tenaga kependidikan ini akan dilakukan selama tiga hari dari 4 hinga 6 Maret 2021.  

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang dr. Basaria Rajagukguk mengatakan, pelaksanaan vaksinasi bagi petugas pelayanan publik kali ini diprioritaskan untuk guru.

"Karena Kabupaten Ketapang sudah ada belajar tatap muka, jadi kita prioritaskan dulu pada guru-guru, nanti baru disusul kepada pelayan publik lain seperti BUMD BUMN, TNI-Polri dan juga beberapa instansi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Basaria, Kamis 4 Maret 2021.

Baca juga: Tokoh Pemuda Dayak Bengkayang Apresiasi Upaya Penyediaan Vaksin dan Vaksinasi oleh Pemerintah

Basaria menjelaskan, guru yang mendapatkan suntik vaksin Sinovac merupakan guru yang mengajar di Kecamatan Delta Pawan, mengingat Delta Pawan menjadi kecamatan yang terbanyak kasus konfirmasi Covid-19. 

"Jadi seluruh guru yang ada di Kecamatan Delta Pawan baik negeri maupun swasta itu yang akan kita suntik vaksin Covid-19," jelasnya.

Menurut Basaria, pada tahapan vaksinasi bagi petugas pelayanan publik, Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang mendapat 370 vial multidose vaksin Covid-19. 

Yang mana satu kemasan multidose berisi 10 dosis. Dari jumlah dosis itu dapat menyasar 1,850 orang. 

Selain itu, lanjut Basaria, pihaknya juga akan menyasar seluruh Kecamatan dalam pemberian vaksin. Namun akan bertahap sesuai dengan jumlah kasus konfirmasi Covid-19 terbanyak. 

"Kita lihat nanti jumlah vaksin yang akan kita terima, yang pasti kita akan memprioritaskan kecamatan yang banyak jumlah kasus," ujarnya. 

Lebih lanjut Basaria menegaskan, meski telah mendapat suntikan vaksin Covid-19, para guru tetap diminta menerapkan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. 

Sementara itu, usai disuntik vaksin, satu diantara guru SD Islam Hidayaturahman Kali Nilam, Kanang Ulhadi (38) mengaku tidak merasakan efek apapun.

Untuk itu, ia mengajak rekan-rekannya untuk ikut mensukseskan program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Ketapang. 

"Kita kan sebagai orangtua di sekolah, jadi kita harus sehat dulu baru bisa mengayomi anak-anak. Bagaimana kalau kita tidak sehat. Vaksin dapat menjaga imun dan tubuh kita tetap sehat," pungkasnya. (*)

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved