Penanganan Covid

TEGAS, Gubernur Sutarmidji Minta Jangan Ada Penyimpangan dan Markup Dana Covid-19

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga stok Bulog agar terjaga untuk stabilitas harga karena masa pandemi Covid-19 harus menjaga stabilitas harga

Penulis: Anggita Putri | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK/Anggi
Foto Gubernur Sutarmidji saat ditemui di Ruang Kerjanya, Rabu 8 Desember 2020. 

“Makanya swab jangan lebih dari 10 hari sekali kita lihat oksigen udaranya seluruh organnya bagus dan kalau sudah bugar jangan dirawat di Rumah Sakit lagi, segera pindahkan ke Upelkes supaya menu makannya bisa dijaga ,” jelasnya. 

Dikatatakannya bahwa saat ini yang banyak kasus positif Covid-19 dari klaster Bapas, Kemenkumham dan Pengadilan Negeri.

“Saya tidak tau jangkit dari mana, tapi tiga ini ASN dan honorernya cukup banyak yang kena sampai puluhanlah.

Jadi sudah di isolasi walaupun OTG alhamdulillah cepat diketahui,” pungkasnya. (*)

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. Tribunpontianak.co.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (wajib memakai masker, wajib mencuci tangan dengan sabun, dan wajib menjaga jarak dan menghindari kerumanan)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved