Penanganan Covid

TEGAS, Gubernur Sutarmidji Minta Jangan Ada Penyimpangan dan Markup Dana Covid-19

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga stok Bulog agar terjaga untuk stabilitas harga karena masa pandemi Covid-19 harus menjaga stabilitas harga

Penulis: Anggita Putri | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK/Anggi
Foto Gubernur Sutarmidji saat ditemui di Ruang Kerjanya, Rabu 8 Desember 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji telah meminta agar pengelolaan dana Covid-19 Provinsi melalui satu pintu.

Ia mengatakan sampai saat ini dana yang telah digunakan untuk penangan Covid-19 di Kalbar mencapai Rp 100 Miliar lebih. 

“Saya tidak mau ada sedikit pun markup dan penyimpangan, kalau untuk soal adiministrasi itu soal biasa.

Tapi kalau soal dana ada penyimpangan dan markup tidak boleh,” ujarnya, Kamis 10 Desember 2020.

Dikatakannya bahwa sebelumnya Pemrov Kalbar memberikan bantuan beras kepada masyarakat Kalbar yang terdampak Covid-19. 

Adapun beras yang diserahkan kepada masyarakat membeli langsung di Bulog.

Khusus Kota Pontianak dan Kubu Raya menambah dari swasta dengan beras premium, tapi harga tetap dibawah Bulog. 

“Kita beli sama Bulog, kalau Bulog sudah jelas harganya tidak mungkin bisa macam - macam dan untuk Kota Pontianak dan Kubu Raya beli dari swasta, tapi harga dibawah Bulog dan berasnya premium tapi lebih murah tidak masalah,” jelasnya.

Baca juga: Persiapan Pembelajaran Tatap Muka 2021, Sutarmidji Prioritaskan Swab Guru dan Rapid Test Siswa

Baca juga: Sutarmidji Sebut Kayong Utara Kendor Pengiriman Sampel Swab dan Akan Kerahkan Tim Provinsi 

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga stok Bulog agar terjaga untuk stabilitas harga karena masa pandemi COVID-19 harus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. 

Lalu untuk catatan penggunaan anggaran COVID-19 di Kalbar telah mencapai Rp 100 miliar lebih yang tentuk akan ada pertanggung jawabnya, termasuk untuk dana pengamanan dan penertiban orang dan sebagainya untuk potokol kesehatan. 

“Tapi saya pastikan tidak ada penyimpangan sedikit pun. 

Saya maunya transparan termasuklah kepada bantuan untuk mahasiswa Kalbar yang sekolah diluar Kalbar yang tidak bisa pulang karena ada kebijakan pusat untuk menutup bandara, karena tidak bisa pulang dan orangtuanya terkena dampak Covid-19 kita berikan bantuan,” pungkasnya.

Tingkat Kesembuhan Lebih Banyak

Sutarmidji mengatakan tingkat kesembuhan kasus konfirmasi Covid-19 akhir-akhir ini lebih banyak dibandingkan tambahan kasus konfirmasi.

Sedangkan kasus positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, juga semakin berkurang.  

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved