KALBAR 24 JAM - Siswa Kalbar 100 Persen Naik Kelas, hingga Fakta Pembunuhan Jembatan Sungai Kelambu

Sutarmidji menambahkan, peningkatan kualitas bisa dilakukan dengan cara lain ke depannya, karena sistem online tak berjalan maksimal selama ini

Editor: Dhita Mutiasari
KOLASE/ TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
KALBAR 24 JAM - Siswa Kalbar 100 Persen Naik Kelas, hingga Fakta Pembunuhan Jembatan Sungai Kelambu 

Uang sebesar itu sebelumnya dipinjam korban untuk modal usaha jual beli ayam.

Sepanjang usaha dijalankan, baru diterima bagi hasil keuntungan sebesar Rp 3,8 juta.

Pada hari Senin (1/6/2020) tersangka kembali mendatangi korban kerumahnya, tapi hanya dibayar Rp 200 ribu.BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>

4. Kasus Konfirmasi Positif Corona Pertama di Kabupaten Sintang Dinyatakan Sembuh

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mengumumkan kesembuhan dua pasien corona.

Dia adalah Cici Yulita (26) dan Deska Hariyanto (30).

Keduanya dinyatakan sembuh dari corona berdasarkan dua kali konfirmasi swab PCR negatif.

 UPDATE CORONA - Daftar 4 Kelurahan di Pontianak Bebas Covid-19 Sungai Jawi Dalam Tertinggi Total 115

Cici merupakan seorang tenaga cleaning service yang bekerja di RSUD Ade M Djoen Sintang.

Cici terpapar virus corona dari seorang pasien corona rujukan dari Kabupaten Sanggau yang dirawat di Sintang.

Uji swab konfirmasi positif corona terhadap diumumkan pada 29 April lalu oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno.

Cici sekaligus menjadi kasus konfirmasi corona pertama Kabupaten Sintang.

Setelah menjalani isolasi hampir dua bulan, Cici hari ini dinyatakan sembuh. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>

5. Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak Gelar Aksi Demo di Halaman Kampus, Ini Tuntutanya

Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak tuntut penurunan biaya kuliah pada masa Pandemi Covid-19

Aksi diikuti oleh puluhan mahasiswa di halaman Kampus IKIP PGRI Pontianak, Kamis (18/6/2020).

Presiden Mahasiswa (Presma) IKIP PGRI Pontianak, Ansharudin mengatakan aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa tersebut, untuk menuntut pihak kampus agar memberikan penurunan biaya kuliah sebesar 20 persen.

Hal tersebut melihat Kondisi perekonomian ditengah pandemi Covid-19 dirasakan sangat sulit jika harus membayar biaya daftar ulang dengan biaya kuliah yang dianggap cukup mahal.

Namun pembelajaran yang berlangsung melalui online dirasa kurang efektif. BACA SELENGKAPNYA>>>>>>>>>

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved