Yuk, Kenali Mitos dan Faktanya Seputar Penyakit Kencing Manis
Diabetes mellitus (DM) atau yang kita akrab dengar dengan nama “kencing manis” atau “penyakit gula” adalah penyakit yang bersifat kronis
Penulis: Jovanka Mayank Candri | Editor: Jovanka Mayank Candri
Komplikasi jangka panjang meliputi serangan jantung, gagal jantung, stroke, kerusakan mata, kerusakan saraf tepi, dan yang paling sering adalah gagal ginjal. Pada penyandang DM juga, risiko terkena infeksi sangat tinggi, termasuk infeksi saluran kemih, kulit, jaringan lunak, bahkan infeksi paru-paru seperti Covid-19 sekalipun. Hal ini disebabkan karena terganggunya sistem imun yang diperparah lagi dengan adanya kerusakan pembuluh darah.
Mengerikan sekali, bukan? Tetapi sobat tenang saja, komplikasi-komplikasi tersebut kebanyakan muncul hanya pada DM yang tidak terkontrol kok. Jadi kunci utamanya sekali lagi adalah kontrol gula darah.
• Jika orang tua/keluarga saya terkena kencing manis, saya juga pasti terkena diabetes → MITOS
Jawabannya tidak! Tentu saja sobat memiliki faktor risiko keluarga, tapi jika sobat menjaga kebiasaan dan gaya hidup sobat, asupan nutrisi yang baik, serta tidak merokok dan minum alkohol, maka tentu saja sobat tidak akan terkena diabetes.
Ingat, memiliki faktor risiko tidak memastikan sobat terkena diabetes, namun tentu saja lebih mungkin terkena diabetes.15 Terkadang ada yang ketakutan sampai mengatakan “ah ayah saya kencing manis pasti saya juga” Jangan berputus asa!
Ingat, tubuh kita adalah hasil dari usaha kita sendiri. Apa yang kita makan, aktifitas kita, itulah hasil tubuh kita.
• Insulin menyebabkan kecanduan → MITOS
Nah, sobat pasti pernah dong mendengar/membaca pernyataan yang mengatakan bahwa insulin menyebabkan kecanduan. Hal ini sama sekali tidak benar. Insulin adalah hormon yang sudah mulai diproduksi sejak bayi dalam kandungan berusia 10-14 minggu.
Insulin diperlukan oleh penyandang diabetes untuk menggantikan insulin alami yang sudah tidak cukup diproduksi oleh pankreas. Justru insulin obat yang sangat diperlukan untuk mengontrol gula darah pada penyandang diabetes sehingga perlu dipakai secara rutin. Apakah memakai secara rutin disebut sebagai kecanduan? Tentu saja tidak.
• Orang dengan kencing manis tidak boleh berolahraga → MITOS
Wah, ini nih yang paling sering saya dengar. “Orang kencing manis kan lemah, tidak boleh berolahraga, nanti gampang sakit karena gula darahnya tidak normal.”
SALAH! Justru salah satu pengobatan diabetes adalah dari perbaikan gaya hidup, yang sebelumnya jika sobat kurang berolahraga maka sobat harus mulai berubah dengan rajin berolahraga. Hal ini ditujukan agar gula darah yang berlebih dapat dipakai dan dikurangi dengan lebih efisien.9 Sepertinya pernyataan ini hanya dibuat oleh orang-orang yang malas olahraga. Cuma dalam olahraga harus berhati-hati ya, karena pada orang diabetes jika mengalami luka akan sulit untuk sembuh.
• Jika saya sering sakit kepala, saya pasti terkena kencing manis → MITOS
Sakit kepala sejatinya bukan gejala utama yang menandakan seseorang terkena diabetes. Namun, ternyata penyandang DM juga dapat mengalami sakit kepala loh, terutama pada fase-fase awal setelah terdiagnosis.
Hal ini disebabkan karena fluktuasi gula darah dimana seorang penyandang sedang menyesuaikan diet, dosis obat, dan aktivitas untuk mengontrol gula darah. Fluktuasi ini menyebabkan terlepasnya hormon-hormon yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah otak yang berkontribusi menimbulkan gejala sakit kepala.
Gejala sakit kepala juga dapat menjadi penanda terjadinya keadaan diabetes yang mengancam nyawa yaitu ketoasidosis diabetik (akibat penumpukan asam berlebih) dan hiperosmolar hiperglikemik (akibat dehidrasi).
Namun kembali lagi, apakah bila sering sakit kepala berarti pasti terkena kencing manis? Jawabannya adalah tidak, karena sakit kepala tidak hanya dialami oleh penyandang diabetes, dan diabetes didiagnosis tidak hanya berdasarkan adanya sakit kepala, namun juga pemeriksaan kadar gula darah dan HbA1c.
Sekian untuk artikel kali ini. Bagi sobat yang tidak terkena diabetes, pencegahan adalah nomor 1, dengan menjaga pola hidup yang sehat. Sedangkan bagi sobat yang telah terdiagnosis diabetes, tenang saja. Diabetes hanya perlu dikontrol kok, sehingga komplikasi-komplikasi yang berbahaya dapat dihindari. Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat-sobat sekalian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dr-chelwy-joycestio-vrixander-dan-eric-herrianto-dwiputra-sked.jpg)