Ragam Contoh

5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Wadah Plastik, Bisa Picu Bakteri

Belakangan ini, pembahasan mengenai keamanan wadah plastik untuk makanan kembali ramai diperbincangkan. 

Tayang:
Dok. Kompas.com
KULKAS- Banyak orang mulai menyadari bahwa jenis makanan tertentu membutuhkan metode penyimpanan khusus agar tetap segar, aman dikonsumsi, dan tidak mudah rusak. 

Ringkasan Berita:
  • Banyak orang mulai menyadari bahwa jenis makanan tertentu membutuhkan metode penyimpanan khusus agar tetap segar, aman dikonsumsi, dan tidak mudah rusak.
  • Mulai dari daging mentah, produk susu, hingga buah-buahan tertentu, semuanya memiliki karakter penyimpanan berbeda. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kebiasaan menyimpan makanan di wadah plastik memang dianggap praktis dan memudahkan penyimpanan di kulkas. 

Namun, tidak semua jenis makanan cocok disimpan menggunakan wadah berbahan plastik tertutup. 

Beberapa makanan justru dapat mengalami penurunan kualitas lebih cepat, memicu pertumbuhan bakteri, hingga meningkatkan risiko kontaminasi apabila disimpan dengan cara yang kurang tepat.

Belakangan ini, pembahasan mengenai keamanan wadah plastik untuk makanan kembali ramai diperbincangkan. 

Banyak orang mulai menyadari bahwa jenis makanan tertentu membutuhkan metode penyimpanan khusus agar tetap segar, aman dikonsumsi, dan tidak mudah rusak.

Mulai dari daging mentah, produk susu, hingga buah-buahan tertentu, semuanya memiliki karakter penyimpanan berbeda. 

Jika salah penanganan, makanan bisa lebih cepat membusuk bahkan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan akibat bakteri berbahaya.

Jelang Hari Libur, Destinasi Wisata Alami Kopisan Kota Singkawang Mulai Meningkat

Dikutip dari Real Simple, berikut beberapa makanan yang sebaiknya tidak disimpan di wadah plastik tertutup.

1. Daging Merah Mentah

Daging merah mentah menjadi salah satu makanan yang paling berisiko jika disimpan sembarangan. Cairan alami yang keluar dari daging dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri seperti Salmonella dan E. coli.

Apabila disimpan dalam wadah plastik tertutup rapat, kelembapan di dalamnya akan meningkat sehingga mempercepat pertumbuhan bakteri dan memperbesar risiko pembusukan. Kondisi ini juga dapat memicu kontaminasi silang pada makanan lain di dalam kulkas.

Untuk penyimpanan yang lebih aman, gunakan wadah kaca dengan penutup rapat atau bungkus menggunakan kertas khusus daging. Simpan di bagian paling bawah kulkas agar cairannya tidak menetes ke bahan makanan lainnya.

2. Keju Lunak

Keju lunak dan produk susu segar memerlukan sirkulasi udara yang baik agar kualitasnya tetap terjaga. Menyimpannya di wadah plastik tertutup justru bisa memerangkap kelembapan dan mempercepat munculnya jamur.

Selain membuat tekstur cepat berubah, penyimpanan yang salah juga dapat menurunkan kualitas rasa dan kandungan nutrisi pada keju. Risiko kontaminasi bakteri pun menjadi lebih tinggi apabila kelembapan terus meningkat.

Agar tetap segar, keju lunak sebaiknya dibungkus menggunakan kertas roti atau disimpan dalam kemasan aslinya sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.

3. Buah Penghasil Gas Etilen

Beberapa jenis buah seperti apel, pisang, dan tomat menghasilkan gas etilen yang berfungsi mempercepat proses pematangan. Jika disimpan di wadah plastik tertutup, gas tersebut akan terperangkap dan membuat buah lebih cepat lembek serta mudah busuk.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved