Yuk, Kenali Mitos dan Faktanya Seputar Penyakit Kencing Manis

Diabetes mellitus (DM) atau yang kita akrab dengar dengan nama “kencing manis” atau “penyakit gula” adalah penyakit yang bersifat kronis

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
dr Chelwy Joycestio Vrixander dan Eric Herrianto Dwiputra SKed 

Kencing manis seringkali menimbulkan gejala yang tidak mencolok, dan bahkan dapat tidak menimbulkan gejala lho, terutama pada penyandang DM tipe II. Akibatnya, penyakit ini bisa saja tidak terdiagnosis selama bertahun-tahun. Keluhan klasik yang paling sering dialami oleh penyandang DM terdiri dari 3P dan 1W, yaitu:

• Poliuria (banyak pipis)
• Polidipsia (rasa haus berlebihan/banyak minum)
• Polifagia (nafsu makan berlebihan/banyak makan)
• Weight loss (berat badan menurun tanpa sebab yang jelas)

Selain itu, DM juga bisa loh menimbulkan gejala-gejala lain yang tidak spesifik, seperti badan lemah, kesemutan, gatal, mata kabur, dan lain-lain.

Terus dok, bagaimana cara saya mengetahui kalau saya terkena kencing manis?

Oke, yang paling pertama adalah mengenali gejalanya. Setelah sobat mengenali gejalanya dan sobat merasa curiga terkena diabetes, segera ke dokter untuk konsultasi. Dokter akan merekomendasikan sobat untuk memeriksakan diri ke laboratorium terutama kadar gula darah sobat dan HbA1c (Hemoglobin A1c).

Jika diantara parameter laboratorium tersebut ada yang di atas nilai normal dan memenuhi kriteria diagnosis diabetes, maka diagnosisnya dapat ditegakkan.

Bagaimana cara penatalaksanaannya dok kalau saya terkena kencing manis?

Nah, kunci utama dalam penanganan terhadap penyakit ini adalah kontrol gula darah.

Cara mengontrol gula darah adalah terutama dengan menjalani pola hidup sehat (termasuk diet dan aktivitas fisik) serta rutin mengkonsumsi obat DM maupun insulin suntikan sesuai anjuran dokter.

Lalu, cara saya tahu gula darah saya terkontrol atau tidak bagaimana dok?

Cara mengetahuinya adalah dengan menggunakan alat bernama glukometer. Glukometer mengecek kadar gula darah kapiler yang dikeluarkan di ujung jari dan pemeriksaannya harus dikuasai oleh penyandang maupun keluarga penyandang DM secara mandiri loh.

Tujuannya apa sih dok harus bisa cek sendiri di rumah? Yak tentu saja untuk mengetahui apakah dengan diet, aktivitas, dan pengobatan yang sedang dijalani, mampu untuk mengendalikan gula darah atau tidak. Bisa saja dengan pengobatan ternyata gula darah masih tetap di atas normal (hiperglikemia), maupun ternyata gula darah terlalu rendah (hipoglikemia).

Frekuensi dan waktu pemeriksaan (misalnya sebelum makan atau setelah makan, ataupun sebelum tidur malam) sangat tergantung dari jenis pengobatan yang diresepkan (obat minum atau suntikan), dan keadaan-keadaan tertentu misalnya sedang menjalani ibadah puasa, sedang hamil, dan lain-lain.

Mengenai frekuensi, waktu, dan prosedur pemeriksaan, sobat tidak perlu pusing dan khawatir, karena nantinya jadwalnya akan diatur dan dijelaskan oleh tenaga medis yang memberikan pengobatan ya.

MITOS ATAU FAKTA YA???

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved