Corona Masuk Indonesia

TIPS Mengatasi Kepanikan di Tengah Kewaspadaan soal Wabah Virus Corona

Menurut Krismer, seseorang akan menemukan kedamaian atau ketenangan ketika mengambil tindakan yang lebih praktis untuk masalah tersebut.

Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga beraktivitas menggunakan masker di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/3/2020). TIPS Mengatasi Kepanikan di Tengah Kewaspadaan soal Wabah Virus Corona 

TIPS Mengatasi Kepanikan di Tengah Kewaspadaan soal Wabah Virus Corona

Penyebaran wabah virus corona masih menjadi momok menakutkan dunia.

Terlebih penyebarannya sudah meluas ke berbagai negara di dunia.

Hingga Senin (9/3/2020) pagi, wabah virus corona Covid-19 telah dikonfirmasi di lebih dari 100 negara.

Sementara, jumlah kasus yang terkonfirmasi telah mencapai 109.835 kasus di berbagai belahan dunia.

Dari jumlah tersebut, terjadi 3.803 kematian.

Peningkatan jumlah infeksi yang masih terjadi secara global ini juga berbanding lurus dengan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh setiap harinya.

Virus corona mewabah sejak akhir Desember 2019 di Kota Wuhan, Hubei, China, hingga akhirnya meluas ke banyak negara.

Di Indonesia, data terakhir menunjukkan ada enam orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Sementara itu, ratusan orang lainnya dalam pemantauan dan pengawasan.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, tak jarang membuat masyarakat panik.

Bagaimana agar tak panik tetapi tetap waspada menghadapi ancaman wabah virus corona?

Konsultan motivasi The Happiness Experts Company, Paul Krismer, mengungkapkan, hal yang harus dilakukan adalah mengakui rasa takut, cemas, panik, dan khawatir yang mungkin Anda alami.

Kronologi Temuan 6 Orang Positif & 21 Suspect Virus Corona di Indonesia, Kenali Klaster Penularannya

Rasa takut, cemas, panik, misalnya, muncul karena melihat langkanya masker atau kekhawatiran akan terjadi sesuatu sehingga terjadi panic buying. 

"Semua emosi harus dihormati. Jadi biarkan diri Anda merasakan apa pun yang Anda alami, alih-alih mendorong mereka," ujar Krismer, seperti dikutip South China Morning Post, Minggu (8/3/2020).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved