Gelar Peringatan Hari Sampah Nasional, DLH Intensifkan Sosialisasi dan Galakkan Program 3R
Ia mengatakan di dalam memperingati HPSN di Kota Pontianak, Tinorma menyebut, sebanyak 12 kapal melakukan aksi bersih-bersih sampah di Sungai Kapuas.
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Ia menuturkan, sekarang ini semestinya bak sampah minimal terbagi menjadi tiga tempat, yakni untuk sampah organik, sampah plastik, kertas dan sejenisnya, dan bak untuk selain kedua jenis sampah tersebut.
Jumlah sampah yang demikian banyaknya harus dikelola secara optimal.
Sampah tidak selamanya menjadi sesuatu yang tidak bermanfaat, akan tetapi sampah justru bisa menjadi sesuatu yang berharga dan bernilai ekonomis kalau dikelola dan diproses secara benar.
"Misalnya, botol plastik bekas per kilonya dihargai Rp 800 untuk dikonversi ke emas di bank sampah. Kalau sudah mencapai 12 hingga 15 kg bisa memperoleh setidaknya 1 miligram emas," ujarnya
Dirinya menambahkan, hal utama bukan semata pada sarana dan prasarana pengolahan sampah, melainkan bagaimana membentuk mindset atau pola pikir masyarakat.
Sejak dini saat masih usia anak-anak, sudah harus ditanamkan pola hidup bersih.
Mulai dari bangun tidur hingga mau tidur.
"Jadi sedini mungkin harus dibiasakan pola hidup bersih sehingga mindset mereka terbentuk untuk selalu menjaga kebersihan," pungkasnya. (*)
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak