Kalbar Berduka

Tumbang Saat Belanja, Prof Dr AB Tangdililing Wafat, Alumni FISIP Untan Sampaikan Duka Cita

Juru bicara keluarga, Dharma Rerung menceritakan, almarhum tiba-tiba terjatuh saat sedang berbelanja bersamanya di Swalayan Dutalia

kolase
Jenazah Prof Dr Andreas Barung (AB) Tangdililing MSc masih disemayamkan di Kupang NTT, Jumat (14/2). Almarhum semasa hidupnya. 

Selain itu, Yulius Yohanes mengenang jika almarhum sosok yang menjalankan tugas dengan penuh tangung jawab dan berkerja dengan konsisten.

Almarhum, kata dia, juga selalu berkata jangan melakukan sesuatu berdasarkan emosional, namun gunakan hati dan perasaan dengan penuh kasih.

Di lain sisi, lanjutnya, almarhum adalah tokoh yang cukup banyak kontribusinya dapam kemajuan pembangunan terutama pada bidang pendidikan.

"Almarhum sosok guru yang selalu bersahaja, bergaul tidak memandang batas kalangan usia, sosok almarhum ini sangat terbuka dan periang dan sangat enjoy, namun dibalik kelembutan sikap beliau sangat tegas dan adil," terangnya.

Dekan FISIP Untan Kehilangan Sosok Guru Besar AB Tangdililing, Jenazah Akan Diterbangkan ke Toraja

Apresiasi MIN Sanggau Gelar Market Day, Abang Indra: Berharap Kegiatan Ini Berkelanjutan

Kunjungi Anak 

Almarhum Prof AB Tangdililing wafat pada usia 67 tahun. Saat ini jenazah sementara masih disemayamkan di Kupang.

Pihak keluarga berencana untuk membawa jenazah almarhum ke kediamannya di Pontianak.

Namun belum disepakati keluarga apakah jenazah dibawa untuk dimakamkan di Pontianak atau Toraja, tanah kelahirannya.

Juru bicara keluarga, Dharma Rerung mengatakan, sesuai rencana jenazah akan diberangkatkan dari Kupang pada Sabtu. Namun, masih menunggu keputusan keluarga.

"Kita masih tunggu keputusan keluarga apakah jenazah almarhum dibawa ke Pontianak atau Toraja. Rencananya besok pagi atau kalau molor bisa lusa (Minggu), " ujar Dharma di ruang pemulasaran zenazah RSUD Prof Johannes Kupang.

Sementara itu, putra bungsu dari almarhum, Rendy A Tangdililing yang bertugas sebagai ASN di Pemkab Kupang setia mendampingi jasad almarhum.

Juru bicara keluarga, Dharma Rerung menceritakan, almarhum tiba-tiba terjatuh saat sedang berbelanja bersamanya di Swalayan Dutalia yang berada di Jalan Timor Raya Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima, sekira pukul 11.00 WITA.

Saat itu, Dharma yang berpangkat keponakan dalam keluarga menemaninya untuk mencari oleh-oleh dan bekal perjalanan karena mereka akan pergi ke Malaka.

"Saya sempat tangkap tubuhnya yang jatuh ke samping. Saya tahan dengan tangan kanan," kata Dharma. Dharma yang panik langsung meminta pertolongan pertama saat pamannya terjatuh.

Ia tidak lagi menghiraukan barang belanjaannya.

Saat itu pula, ia melarikan pamannya ke RSUD Johanes Kupang dengan mobilnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved