Kalbar Berduka
Dekan FISIP Untan Kehilangan Sosok Guru Besar AB Tangdililing, Jenazah Akan Diterbangkan ke Toraja
Menurutnya, almarhum merupakan sosok dosen, guru, kawan dan seorang yang baik, yang sangat akrab.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Madrosid
PONTIANAK - Dekan FISIP Untan Pontianak, Martoyo merasa kehilangan sosok Prof AB Tangdililing yang telah tutup usia pada hari ini.
Menurutnya, almarhum merupakan sosok dosen, guru, kawan dan seorang yang baik, yang sangat akrab.
"Kita atas nama civitas akademika FISIP merasa kehilangan seorang profesor dan dosen yang kita hormati, kaget, dan rasa tidak percaya. Tanggal 5 izin mau ke Kupang jenguk anaknya yang bungsu," tuturnya, Jumat (14/02/2020).
Martoyo mengungkapkan, berdasarkan informasi dari anak almarhum, jenazah akan diterbangkan dari Kupang ke Toraja untuk dimakamkan.
• FISIP UNTAN BERDUKA - Guru Besar Prof Andreas Barung Tangdililing Wafat, Dikenal Sosok Bersahaja
"Karena dari putra sulungnya, almarhum pernah pesan jika wafat dikembalikan ke Toraja," bebernya.
Lebih lanjut, ia pun berharap agar keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan ketabahan.
"Duka cita mendalam dan harapan kita agar keluarga diberikan kesabaran, semoga Almarhum diberikan tempat terbaik," tutupnya.
Almarhum merupakan sosok baik ramah dan sangat bersahaja, tutup usia pada Hari Jumat (14/02/2020).
Sekretaris Program Pascasarjana FISIP Untan Pontianak, Dr. Yulius Yohanes, M.Si menerangkan semasa hidup, sosok Prof AB Tangdililing merupakan akademisi yang telah mengeyam beberapa jabatan di Untan.
Mulai dari ketua jurusan, pembantu Dekan, sampai kepada dekan FISIP dan terakhir menjabat Pembantu rektor empat bidang kerjasama.
Selain itu juga, Almarhum AB Tangdililing merupakan senat Universitas Tanjung Pura.
Almarhum meninggalkan istri bernama Kristina, tiga orang anak, dua orang menantu dan dua orang cucu.
"Kami dari keluarga besar FISIP Untan dan masyarakat Kalbar pada umumnya merasa kehilangan atas sosok Prof AB Tangdililing MA, semasa hidupnya beliau betul-betul berperan sebagai bapak yang baik, selalu menuntun dan memberikan motivasi kepada kami," tutur Yulius Yohanes, Jumat (14/02/2020).
Selain itu, Yulius Yohanes mengenang jika Almarhum sosok yang menjalankan tugas dengan penuh tangung jawab dan berkerja dengan konsisten.
Almarhum, kata dia, juga selalu berkata jangan melakukan sesuatu berdasarkan emosional, namun gunakan hati dan perasaan dengan penuh kasih.
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak