Kalbar Berduka

Tumbang Saat Belanja, Prof Dr AB Tangdililing Wafat, Alumni FISIP Untan Sampaikan Duka Cita

Juru bicara keluarga, Dharma Rerung menceritakan, almarhum tiba-tiba terjatuh saat sedang berbelanja bersamanya di Swalayan Dutalia

kolase
Jenazah Prof Dr Andreas Barung (AB) Tangdililing MSc masih disemayamkan di Kupang NTT, Jumat (14/2). Almarhum semasa hidupnya. 

"Kita lari (perjalanan dengan mobil) dari Dutalia ke rumah sakit mungkin hanya sepuluh menit," tuturnya.

Sesampainya di IGD RSUD Prof Johannes, dokter kaga bersama para tenaga medis sempat melakukan pertolongan. Namun tak berselang lama, dokter menyatakan meninggal dunia.

"Paman meninggal dunia karena serangan jantung. Sudah tidak ada lagi pukul 12 kurang. Waktu kita bawa, denyut nadi masih ada," katanya. Dharma bahkan seakan tak percaya dengan kematian yang seolah tanpa aba-aba itu.

Pasalnya, sejak tiba beberapa hari yang lalu dari Pontianak dan saat bersama dengannya, Prof AB Tangdililing terlihat sehat.

"Misteri Tuhan kita tidak tahu, padahal saat bersama dari pagi paman tampak sehat," katanya.

Dharma mengatakan, almarhum di Kupang beberapa hari ini, untuk menjenguk putranya, Rendy. Rendy sendiri tidak tinggal bersamanya, namun ia tinggal di kos.

Sebab Rendy sudah bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Kupang. "Almarhum juga pilih tinggal bersama putranya karena temat kosnya juga representatif," ujarnya.

Pagi sebelum berangkat itulah, dia dihubungi almarhum untuk berbelanja kebutuhan untuk pergi ke Malaka. "Rencananya setelah dari Malaka, Senin almarhum langsung balik ke Pontianak karena Selasa ada menguji mahasiswanya di kampus," kenang Dharma. Almarhum memang sudah dua kali ini secara khusus datang ke Kupang untuk melihat putranya.

Rendy yang menunggui jenazah ayahnya terlihat banyak diam. Sejumlah kerabat berusaha memberikan penghiburan untuk meneguhkan hatinya. Ia sama sekalii tidak menyangka kalau kedatangan ayahnya kali ini, adalah kedatangan yang terakhir kali untuk melihat dirinya.

Sebelum diberangkatkan ke rumah duka, dilakukan doa bersama, doa pelepasan untuk almarhum oleh Pendeta Liance di RSUD RSUD Prof Johannes Kupang. (*/Pos Kupang)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved