Gubernur Sutarmidji Desak Bubarkan Sosek Malindo, Ancam Laporkan Kementerian ke Presiden Jokowi

Sosek Malindo itu bubarkan saja, palingan buat acara sepeda atau lari-lari dari Pontianak ke perbatasan.

Gubernur Sutarmidji Desak Bubarkan Sosek Malindo, Ancam Laporkan Kementerian ke Presiden Jokowi
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Gubernur Kalbar, Sutarmidji, Kepala DJKN, Kepala PLBN Aruk saat meninjau PLBN Aruk, Senin (10/2/2020). 

SAMBAS - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mendesak pembubaran Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo).

Ia menilai Sosek Malindo tak berkontribusi dalam peningkatan perekonomian di wilayah perbatasan Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

Desakan ini disampaikan Midji saat memimpin forum rapat koordinasi percepatan pembangunan wilayah perbatasan Aruk sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Wisma Indonesia kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Senin (10/2/2020).

Dilansir dari wikipedia.org, Sosek Malindo merupakan organisasi bilateral dalam pembangunan sosial ekonomi antara Indonesia Malaysia yang berdiri sejak tahun 1985.

Pedoman pokok organisasi Sosek Malindo menyebutkan bahwa organisasi ini bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat di wilayah perbatasan.

Kepala PLBN Aruk Sebut Sosek Malindo Kurang Efektif

Tugas pokok Kelompok Kerja Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (KK Sosek Malindo) atau yang di Malaysia disebut Jawatan Kuasa Kerja (JKK) Sosek Malindo adalah membuat kajian terhadap proyek-proyek bersama pada kawasan perbatasan untuk kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

Midji menilai, organisasi bilateral dalam pembangunan sosial ekonomi antara Indonesia-Malaysia itu tak berkontribusi besar dalam ekonomi masyarakat perbatasan.

"Sosek Malindo itu bubarkan saja, palingan buat acara sepeda atau lari-lari dari Pontianak ke perbatasan. Gitu-gitu aja."

Suasana Rakor percepatan pembangunan wilayah perbatasan Aruk sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, di Wisma Indonesia Perbatasan Aruk, Senin (10/2/2020).
Suasana Rakor percepatan pembangunan wilayah perbatasan Aruk sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, di Wisma Indonesia Perbatasan Aruk, Senin (10/2/2020). (Tribunpontianak.co.id/Anggita Putri)

"Harusnya potensi ekonomi yang ada di sini yang bisa dibawa ke sana, potensi ekonomi yang ada di sana yang bisa dibawa ke sini itu yang mereka kaji. Bukannya setiap tahun cuma buat acara sepeda," jelas Midji.

Gubernur sengaja menggelar rapat percepatan pengembangan perbatasan wilayah perbatasan Aruk untuk melihat keseriusan pihak terkait mulai dari jajaran kementerian sampai tingkat bawah untuk sama-sama mengelola dan memajukan PLBN Aruk.

Halaman
1234
Penulis: Anggita Putri
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved