Hukum Islam

Hukum Menggunakan Nama Suami di Belakang Nama Istri, Benarkah Tak Dibolehkan dalam Islam?

Tapi negeri di barat, sudah diambil. Baru nikah sudah berubah. Langsung suaminya disematkan, bapaknya dibuang. Itukan bukan tradisi kita.

Hukum Menggunakan Nama Suami di Belakang Nama Istri, Benarkah Tak Dibolehkan dalam Islam?
Youtube Al-Bahjah TV
Buya Yahya 

Apakah penisbatan nama suami di belakang nama istri tidak diperbolehkan dalam Islam?

Pertanyaan itu disampaikan jemaah kepada Buya Yahya.

Menjawab hal itu, Buya Yahya menyampaikan, yang diharamkan mutlak, tidak ada tawar adalah dengan sengaja merubah nasab.

"Merubah nasab dengan sengaja, haram," tegas Buya Yahya dalam video yang diunggah Youtube al Bahjah TV.

"Barangsiapa yang mengaku-ngaku, menisbatkan nasab selain kepada bapaknya, tidak akan mencium bau surga," tegas Buya Yahya.

Adapun masalah menyematkan nama suami dalam nama istri, itu bukan tradisi Islam.

Ustadz Abdul Somad (UAS) Sebut Orang yang Risau dengan Perempuan Bercadar Otaknya Sunsang

Menurut Buya Yahya, hal karena pengaruh itu ikut-ikutan budaya barat.

"Misalnya namanya Aisyah binti Abdurrahman. Aisyah menikah dengan Abdul Qadir, menjadi Aisyah Abdul Qadir, nggak benar itu," kata Buya Yahya.

Cuman, karena niatnya bukan merubah nasab, (tapi) mengikuti tradisi di luar Islam, salah dari sisi ini.

"Bukan diharamkan seperti merubah nasab. Yang ada dalam Islam, tetap nasab. Makanya dalam Islam, wanita itu haknya tidak akan pernah diambil.

Halaman
12
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved