Ustadz Abdul Somad

Hukum Suntik Botox Mengurangi Kerutan Wajah Tak Permanen Menurut Ustadz Abdul Somad (UAS)

"Zaman dulu orang kalau mau nikah tak ada pakai akte kelahiran," paparnya........

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Youtube Ustadz Abdul Somad Official
Ustadz Abdul Somad 

Ustadz Abdul Somad mendapat pertanyaan mengenai hukum suntik botox (botulinum toxin) untuk mengurangi kerutan yang tidak permanen.

Menjawab hal itu, Ustadz Abdul Somad mengatakan, dalam hadits ada larangan mencabut uban.

"Tak boleh mencabut uban, karena uban nanti di akhirat akan menjadi cahaya. Lama saya berfikir, uban kok cahaya. Kenapa uban tak boleh dicabut," kata UAS.

"Baca hadits, jangan (hanya) baca haditsnya. Baca syarah (penjelasannya)," jelas UAS.

Rupanya dengan melihat uban di cermin, ingat tua, ingat mati, betambah takut, betambah amal.

Ustadz Abdul Somad Kutip Lagu Krisdayanti saat Bicara Selingkuh hingga Cerai

Makanya dengan betambah takut, betambah amal, maka akan menjadi cahaya. 

"Itu rupanya korelasi uban dengan cahaya. Apa hubungannya dengan kerut? Uban dengan kerut juga sama. Mengingatkan bahwa kita sudah tua," jelasnya. 

Dalam hadits riwayat Ibnu Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT melaknat perempuan tukang buat tato, minta buatkan tato, mencabut alis, mengotak-atik gigi, karena orang kalau sudah bertambah tua, bertambah panjang giginya.

"Zaman dulu orang kalau mau nikah tak ada pakai akte kelahiran," paparnya.

Usia mereka dilihat dari giginya.

"Sama macam mau beli sapi kurban, kambing kurban, bagaiaman kita tahu kambing itu umurnya sudah dua tahun, tengok giginya. Orang juga begitu. Kalau mau tahu umurnya, lihat giginya," jelas UAS.

UAS melanjutkan sabda Rasulullah SAW dalam hadits Ibnu Mas'ud.

Menurut UAS, Allah SWT akan melaknat orang yang merobah ciptaan karena untuk mempercantik.

"Kalau merobah ciptaan dari yang tak layak menjadi layak, Ibu bapak dokter yang pasang kawat gigi, jangan sangka itu perbuatan haram. Ada memang dia perlu," kata UAS.

"Ada orang ini kalau dia senyum tiga hari kita tak bisa tidur. Itu memang perlu dibetulkan," katanya. 

Tapi kalau hanya untuk gaya-gaya saja, ini mubazir. Sementara mubazir adalah teman syetan.

"Oleh sebab itu suktik botox masuk kategori nomor lima. Sebetulnya, dia tak berobah jadi cantek. Dia saja merobah jadi cantek. Berapa banyak orang yang operasi dagu, operasi pipi, operasi hidung, dia merasa cantek, kita takut," paparnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved