Kamaruzaman: Pemprov Kalbar Targetkan 138 Desa Mandiri Tahun 2020
Desa mandiri statusnya juga sudah dan harus dilakukan secara berkelanjutan dan sudah ada pemetaan dari 2031 desa itu
Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
PONTIANAK - Asisten II Setda Pemerintah Provinsi Kalbar, Kalbar Sy Kamaruzaman juga dipercayai oleh Gubernur Kalbar sebagai Satgas Pembentukan Desa Mandiri Kalbar mengatakan pada tahun 2020 target desa mandiri di Kalbar sebanyak 138 desa.
Ia mengatakan dalam mewujudkan Desa Mandiri di Kalbar tidak hanya bertumpu pada kekuatan pemerintah karena ini mesti ada sinergi dari seluruh stake holder yang ada termasuk masyarakat desa itu sendiri . Jika memang menginginkan berubah .
“Pemerintah sebagai fasilitator untuk mengarahkan proses menuju kesejahteraan rakyat melalui 3 indeks ketahanan sosial , ekonomi dan lingkungan kepada 52 indikator desa mandiri,” ujar Kamaruzaman usai menghadiri seminar saat ini sedang berlangsung di Aula Rektoran lantai 3 Untan, Rabu (22/1/2020).
Ia mengatakan Indikator itu adalah cerminan bagaimana kebutuhan masyarakat dari pelayanan dan infrastruktur.
• FISIP Untan Gelar Seminar Perwujudan Desa Mandiri di Kalbar
Ia menambahkan bahwa untuk target desa mandiri masuk dalam RPJMD 5 tahun terakhir sampai pada posisi 425 desa mandiri . Sehingga gubernur mengeluarkan SK tentang penetapan target berdasarkan usulan bupati.
“Usulan itu pada tahun 2020 target kita adalah 183 desa mandiri. Selain itu untuk peningkatan desa tertinggal semua dilakukan secara jenjang hirarki dari 52 indikator di bagi ada berapa yang ditangani Pemerintah Desa kabupaten dan provinsi,” ujar Kamaruzaman.
Jadi untuk semunya diakumulasi menjadi target dari 5 status desa itu termasuk desa tertinggal dan tidak hanya fokus pada desa mandiri .
“Desa mandiri statusnya juga sudah dan harus dilakukan secara berkelanjutan dan sudah ada pemetaan dari 2031 desa itu,” pungkasnya.
Tingkatkan Status
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Suriansyah mendukung program unggulan Gubernur Kalbar yakni Desa Mandiri.
Ia mengatakan sejauh ini terlihat dari sumbangsih Kalbar terhadap jumlah desa di Indonesia yang mencapai 10%, dimana desa mandiri di Kalbar meningkat luar biasa di tahun 2019.
“Ini menunjukkan bahwa program ini memang layak untuk di dukung. Karena memang program ini merupakan perwujudan dari pemerataan pembangunan di Indonesia, tidak hanya dikota, namun juga di pedesaan,” ujar Suriansyah.
Ia mengatakan tentu anggota DPRD sangat mendukung program ini dengan penyediaan anggaran untuk pembangunan desa-desa mandiri. Besar anggaran itu sendiri tergantung pada pengajuan dari Gubernur yang tersebar diberbagai OPD.
“Jadi anggaran ini lebih fleksibel saja, tergantung dari program yang disusun OPD tersebut,” ujarnya.
• Jadi Korban Kebakaran, Supriyadi Alami Kerugian Ratusan Juta
Ia mengatakan komisi-komisi selalu berkomunikasi melakukan rapat dan dengar pendapat untuk mempertanyakan keberhasilan program tersebut kepada Pemprov, serta memberikan saran-saran untuk penajaman sasaran, agar program ini tepat sasaran.