Kebakaran Minimarket
Jadi Korban Kebakaran, Supriyadi Alami Kerugian Ratusan Juta
Hampir semua barang dagangan keperluan harian anak-anak mahasiswa di sita tak bisa di selamatkan
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Jamadin
PONTIANAK - Dosen Untan H Supriyadi yang menjadi korban kebakaran mengaku alami kerugian materil lebih dari Rp 100 juta
Supriyadi bersama pekerja bangunan sedang memilah puing sisa kebakaran mencari barang-barang dagangannya yang bisa di selamatkan.
Supriyadi pun bersyukur kebakaran tidak merambah ke sekitar toko serba ada (toserba) Alma miliknya , lantaran berada tepat belakang dan samping kanan adalah rumah indekost mahasiswa.
• Kebakaran Minimarket Milik Dosen Untan Pontianak, Terdengar Bunyi Ledakan Sebelum Api Membesar
"Kalau lambat sedikit aja petugas damkar, kebakaran ini menyebar ke rumah kost yang ada di belakang dan samping ini, untuk mereka (petugas damkar) cepat datang dan ramai, saya apresiasi petugas damkar yang cepat fan tanggap datang untuk padamkan api," kata H Supriyadi, Rabu (22/1/2020) sore.
Supriyadi menduga kebakaran di toko yang dia rintis sekitar 20 tahun ini akibat arus pendek korsleting pada bagian depan tokonya.
"Kayaknya kebakaran mulai dari bagian depan, dugaan kita ya mungkin korsleting listrik, tapi kalau ada ledakan itu saya tidak tau, saya tidak ada jual tabung gas LPG 3 Kg, ada pun yang kecil-kecil hanya sedikit dan satu ember minyak tanah, kalau yang banyak ada di rumah saya di belakang itu,"ujar Dosen Agama kelahiran Pemangkat ini.
Supriyadi menuturkan dirinya akan mulai secara perlahan untuk membangun usaha dagang ini', kebetulan dirinya sedang membangun di bagian sebelah kanan.
"Hampir semua barang dagangan keperluan harian anak-anak mahasiswa di sita tak bisa di selamatkan, adapun paling hanya satu dua lah, karena api besar karena toko ini sebagian besar dari kayu dan papan,"ungkapnya.
"Karena sebelah sedang saya bangun secara pelahan dari semen, setelah ini selesai baru lah, yang tempat terbakar ini di robohkan dan di bangun yang lebih baik," jelas Supriayadi.
Akan tetapi, H Supriyadi ini kembali mengulang dirinya bersyukur peristiwa kebakaran ini hanya melanda di tempatnya tidak merambah ke tempat lain dan serta tidak ada korban jiwa.
Seperti di ketahui terjadi kebakaran toserba Alma yang terjadi pada Rabu (22/1/2020) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Sepakat 2 Ayani, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara.
Kebakaran Toserba Alma yang di ketahui milik seorang Dosen Untan ini yang di awali terdengar bunyi ledakan dari dalam toserba tersebut.
Kapolsek Pontianak Selatan, Kompol Anton Satriadi mengatakan Sekitar satu jam kemudian, api berhasil di padamkan setelah sejumlah petugas pemadam kebakaran, hingga saat ini belum di ketahui nilai kerugian materil, dan untuk korban jiwa tidak ada.
Dan Polisi juga menduga sementara berdasarkan keterangan para saksi.
Anton menuturkan sumber api diperkirakan dari konsleting tegangan listrik yang mana pada saat terjadinya kebakaran tersebut kondisi toko sebanyak 4 pintu dalam keadaan kosong dan dalam tahap perbaikan.
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut: