Breaking News:

Camat Kelam Permai Apresiasi Desa Sungai Labi

Saya apresiasi kades, dia bisa membawa listrik masuk desa, bisa bawa program bedah rumah. Ini bukan kerjaan mudah.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Penyambutan: Camat Kelam Permai, Maryadi mendampingi Bupati Sintang Jarot Winanro ke Desa Sungai Labi untuk meresmikan listrik masuk desa. 

Camat Kelam Permai Apresiasi Desa Sungai Labi

SINTANG - Desa Sungai Labi, Kecamatan Kelam Permai beranjak bangkit. Semula, desa berpenduduk 621 jiwa ini masuk dalam kategori desa sangat tertinggal. Perlahan, desa ini merangkak naik menanggalkan predikat “sangat” tertinggal.

“Di Sungai Labi, kalau selama ini desa dipandang tertinggal, namun berkat gotong royong semua OPD, adanya dana desa, maka secara status IDM Sungai Labi meningkat, dari sangat tertinggal menjadi tertinggal,” kata Camat Kelam Permai, Maryadi.

Dengan sudah teraliri listrik dan masuknya program bedah rumah, Maryadi meyakini, indeks IDM Desa Sungai Labi jika disurvey ulang, maka hasilnya akan lebih baik lagi.

“Mudah mudahan ada peningkatan lebih baik lagi, supaya bisa desa berkembang,” harapnya.

Secara umum, kata Maryadi dua tahun terakhir masih banyak desa berstatus sangat tertinggal di Kecamatan Kelam Permai.

Namun, berdasarkan survey terbaru, desa yang semula berstatus sangat tertinggal perlahan berkurang.

Bupati Rupinus Bersama Forkopimda Hadiri Rakornas Indonesia Maju di Sentul

CPNS 2019 - Pendaftaran Sudah Masuki Hari Keempat, Ini 10 Formasi Teratas Banyak Pelamarnya

“Dua tahun lalu, desa sangat tertinggal masih sangat banyak. Sekarang, untuk desa tertinggal ada 5 desa. Satu Desa maju, sungai pukat, dan satu desa mandiri, Desa Kebong. Harapan kita kedapan setelah disurvey ulang, yang paling rendah desa berkembang. IDM tidak bisa direkayasa, yang melakuan kementrian dari pendamping desa,” beber Maryadi.

Menurut Maryadi, Desa Sungai Labi unggul di sarana air bersih yang melimpah. Bahkan di Kecamatan Sintang saja kalah.

“Di sintang kalah, kalau tidak menggunakan PDAM tidak bisa dapat akses air, sumur tidak baik, banyak zat besi,” katanya.

Maryadi mengapresiasi Kades Sungai Labi yang pro aktif memperjuangkan listrik masuk desa. Bahkan, untuk program bedah rumah layak huni, Kades mendapatkan penghargaan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang.

“Saya apresiasi kades, dia bisa membawa listrik masuk desa, bisa bawa program bedah rumah. Ini bukan kerjaan mudah. Desa sungai labi, bisa bawa listrik ke sini, bisa bawa bedah rumah. Sebenarnya untuk se- kabupaten sintang, yang dapat penghargaan dinas pekerjaan umum, hanya desa sungai labi, penyelesaian bedah rumah. Ini sebenarnya pekerjaan bukan kerjaan mudah, mengkoordinir pelaksanan bedah rumah,” ujar Maryadi.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved