Sylvianti: Perkuat Ketahanan Keluarga Untuk Menghindari Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA RI) Kepala Bidang Partisipasi Lembaga Profesi Sylvianti

Sylvianti: Perkuat Ketahanan Keluarga Untuk Menghindari Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Kepala Bidang Partisipasi Lembaga Profesi Sylvianti saat berkunjung ke Pontianak. 

Sylvianti: Perkuat Ketahanan Keluarga Untuk Menghindari Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

PONTIANAK - Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA RI) Kepala Bidang Partisipasi Lembaga Profesi Sylvianti sempat berkunjung ke Pontianak beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungannya ia sempat berbincang dengan Tribun Pontianak terkait masalah perempuan dan anak yang ada di Kalbar.

Ia menanggapi bagaimana seharusnya orang tua dan peran perempuan dalam pertumbuhan anak serta wajib mendorong laki- laki atau suami dalam mengambil sikap.

Ia menanggapi maraknya terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, hal yang perlu dikuatkan adalah ketahanan keluarga .

Baca: Akhiri Kekerasan Perempuan, Kementerian PPPA RI Gelar Workshop, Kampanyekan Three Ends

Baca: Akhiri Kekerasan Perempuan dan Anak, PPPA Kalbar Perkuat Program Three Ends

Baca: Protes Aksi Kekerasan Terhadap Jurnalis Di Beberapa Daerah, Puluhan Jurnalis Gelar Aksi Damai

"Jadi ketahanan keluarga terdiri dari beberapa aspek dimensi seperti ketahanan ekonomi, sosial dan psikologis , sosial budaya , fisik, dan juga harus ada landasan keluarga ," ujarnya kepada Tribun Pontianak beberapa waktu lalu.

Hal ini juga penting karena seperti ketahanan sosial , psikologis menyangkut kekerasan suami, istri yang mengakibatkan kekerasan pada anak dan pelanggaran hukum.

Jika dalam keluarga suami dan istri sudah termasuk dalam ketahanan keluarga. Maka tidak akan terjadi kekerasan terhadap anak dan perempuan.

"Selain itu untuk ketahanan sosial budaya dalam keluarga contohnya adanya keterlibatan waktu untuk anak dari ayah dan ibunya. Kemudian melaksanakan ibadah secara bersama antara ibu, ayah dan juga anaknya ," ujarnya.

Tah hanya itu saja, ketahanan fisik juga merupakan ketahanan aspek menuju ketahanan keluarga. Sehingga untuk menghindari terjadinya kekerasan yakni dengan adanya cukup makan , memperbaiki masalah gizi dan sebagainya.

Dalam proses pengasuhan pada suatu keluarga itu harus ada kemitraan antara ibu dan bapak dan tidak hanya berfokus pada ibu karena anak memiliki hak untuk di asuh oleh kedua orang tuanya.

"Saya berpesan untuk orang tua dalam pengasuhan anak khususnya di provinsi Kalbar. Mari bersama memenuhi hak anak karena," ujarnya.

Ia mengatakan jika anak -anak memiliki pengasuhan yang baik, memiliki kesehatan yang baik, dan pendidikan yang baik, serta memanfaatkan waktu luang dan memikili kegiatan budaya dan memiliki kebebasan serta hak nya terpenuhi maka tidak perlu adanya perlindungan khusus anak, tidak ada terjadi korban kekerasan dsn ekploitasi anak.

"Kita juga tidak menjadi korban pornografi dan situasi darurat, serta tidak akan ada anak yang berhadapan dengan hukum .Mari kita bersama memenuhi hak- hak anak ," pungkasnya. 

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved