Proyek Pelebarkan Jalan Sungai Jawi Berlanjut, Camat Pastikan Dukungan Warga

Proyek ini dikerjakan selama 93 hari kerja dan selesai hingga Desember 2019.

Proyek Pelebarkan Jalan Sungai Jawi Berlanjut, Camat Pastikan Dukungan Warga
tribun pontianak
BONGKAR - Kabid Bina Marga PUPR Provinsi Kalbar, Sy Amin dan pihak Kecamatan Pontianak Barat, beserta Lurah Sungai Jawi Dalam melihat proses pembongkaran bangunan untuk pengerjaan peningkatan ruas Hasanudin - H Rais A Rahman - Husein Hamzah, Rabu (25/9/). TRIBUN PONTIANAK/SYAHRONI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalbar melakukan pembongkaran bangunan dan penebangan pohon palm yang berada di atas lahan untuk pelebaran ruas jalan di Sungai Jawi, Pontianak Barat.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Provinsi Kalbar, Syarif Amin menjelaskan pengerjaan proyek kali ini adalah peningkatan ruas jalan dari gerbang batas kota hingga simpang tiga pelabuhan atau Jalan Hasanudin.

“Proyek peningkatan jalan ini dibagi atas tiga segmen. Segmen pertama Jalan Hasanudin dari Simpang Gertak I hingga Masjid Agung Alfalah dengan rentang 630 meter dengan pelebaran jalan empat meter,” terang Sy Amin di lokasi kegiatan proyek, Rabu (25/9/2019).

Segmen kedua, lanjutnya, adalah Jalan H Rais A Rahman, mulai simpang Jl Jeranding hingga Masjid Baiturahim dengan panjang mencapai 860 meter dan pelebaran jalannya mencapai tujuh meter. Kemudian segmen ketiga sepanjang Jalan Husein Hamzah yaitu pengaspalan atau elevasi untuk membuat kemirangan jalan, agar air tidak menampung ke tengah. Panjang Jalan Husein Hamzah sekitar 3,780 kilometer.

"Hari ini kita memulai proses pengerjaan dari tiga ruas jalan dalam satu jalur. Mulai batas kota hingga simpang tiga Jl Hasanudin," ucap Syarif Amin.

Sementara untuk anggatan dalam proyek peningkatan jalan dalam Kota Pontianak ini mencapai Rp 22.400.121.000 atau Rp 22,4 miliar. Peningkatan jalan tersebut ditegaskannya menggunakan beton dan kemudian dilapisi aspal. Kemudian dari Simpang Jalan Jeranding hingga Masjid Agung Alfalah akan dikerjakan untuk tahun berikutnya.

“Proyek ini dikerjakan selama 93 hari kerja dan selesai hingga Desember 2019. Proyek pembagunan ini bagian dari penganggaran untuk peningkatan serta pembangunan jalan dan jembatan Pemprov Kalbar 2019,” terangnya.

Ia menyebutkan untuk pembebasan lahan akan dilakukan Pemerintah Kota Pontianak dan pihaknya sebagai pelaksana akan mengerjakan di mana yang bisa dikerjakan. Sy Amin berharap pekerjaan berjalan lancar, karena masyarakat yang akan menikmati pembangun yang ada.

Baca: Kapolresta Patroli ke Parit Besar, Sita Puluhan Motor Tangkap Empat Pria Usai Nyabu

Baca: Puskesmas Gg Sehat Menuju Akreditasi Bintang Lima

Baca: Prof M Nuh Hadiri Seabad Pers Kalbar

Sosialisasi

Sementara itu, Camat Pontianak Barat, Siti Komalasari menjelaskan, berkaitan dengan lahan untuk pelebaran jalan Hasanudin- H Rais A Rahman sejak lama sudah disosialisasikan dengan masyarakat setempat. Saat ditemui di lokasi kegiatan peningkatan jalan tersebut, Siti Komalasari menegaskan pembangunan akan dimulai pihak pelaksana dari APBD Provinsi Kalbar.

Sementara, kata dia, pemerintah kota hanya melakukan pembebasan lahan sesuai dengan yang diperlukan. Jalan tersebut dikataknnya akan dibangun dua jalur, seperti yang ada di Jalan Husein Hamzah.

"Kita sudah sampaikan melalui sosialisasi yang dilakukan terkait pembangunan ini pada masyarakat. Baik secara door to door maupun diberikan pemberitahuan secara tertulis," ucap Siti Komalasari.

Ia menegaskan sepanjang ini masyarakat sangat mendukung adanya pembangunan jalan dua jalur oleh Pemprov Kalbar. Namun dikatakanya memang masih ada masyarakat yang melakukan negosiasi bersama Pemkot Pontianak terkait pemberian tali asih.

Pihak kecamatan dan kelurahan disebutnya sudah melakukan sosialisasi, karena sepanjang jalan yang dibangun kali ini terdapat sekitar 100 bangunan.

"Sebagian besar juga bangunan disepanjang jalan ini disewakan oleh pemilik pada para pedagang," ucapnya. Ia pun memastikan tidak ada masyarakat yang menolak, hanya saja negosiasi terkait tali asih yang akan diberikan oleh Pemkot Pontianak.

Penulis: Syahroni
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved