Yusid Toyib Merasa Didzalimi, Nilai Dipecat Sepihak Oleh Gerindra

Yusid Toyib yang sebelumnya ditetapkan KPU RI sebagai anggota DPR RI terpilih pada 31 Agustus lalu merasa didzalimi.

Yusid Toyib Merasa Didzalimi, Nilai Dipecat Sepihak Oleh Gerindra
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Satu diantara Caleg Gerindra untuk DPR RI Dapil Kalbar, Yusid Toyib. 

Yusid Toyib Merasa Didzalimi, Nilai Dipecat Sepihak Oleh Gerindra

PONTIANAK - Satu diantara Caleg Gerindra untuk DPR RI Dapil Kalbar, Yusid Toyib yang sebelumnya ditetapkan KPU RI sebagai anggota DPR RI terpilih pada 31 Agustus lalu merasa didzalimi oleh Partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

Hal ini lantaran, ia dipecat ataupun diberhentikan secara sepihak oleh mahkamah partai yang sekaligus membuat posisinya sebagai anggota DPR RI terpilih digantikan Katherina A Oendoen.

"Saya diganti dengan alasan diberhentikan dari Partai, tapi saya tidak pernah dipanggil oleh Mahkamah Partai maupun DPP, jadi pemberhentiannya sepihak, sesuai dengan AD ART tentu ada aturanya, namun ini sepertinya semena-mena, ini kemerosotan demokrasi," katanya, Sabtu (21/09/2019) malam dihubungi Tribun.

Baca: DPP Gerindra Minta Penundaan Pelantikan, Ini Kata Kuasa Hukum Cok Hendri Ramapon

Baca: Polemik Duo Hendri Gerindra, Mahkamah Partai Surati Pemprov agar Penundaan Pelantikan

Padahal, sesuai dengan UU dan aturan pemilu yang menggunakan sistem proporsional terbuka, lanjutnya, mestinya yang memenangkan ialah peraih suara terbanyak.

"Suara terbanyak saya, walaupun digugat di MK suara saya tetap, jadi oleh MK akhirnya diputuskan saya dan putusan tersebut final dan mengikat, kemudian sejumlah oknum ini membawa lagi ke Pengadilan Jaksel, kan tidak berhak untuk mengurus suara, karena memang kewenangan MK. Namun DPP setelah putusan pengadilan mengambil sikap seperti ini," jelasnya.

Yusid Toyib pun menerangkan, jika ia setelah mengetahui ini langsung konfirmasi ke DPP dan Mahkamah Partai Gerindra, namun tidak ada yang bisa memberikan jawaban.

"Saya sudah berkomunikasi dengan DPP, DPP yang Mahkamah Partai juga mengaku tidak tahu, mengaku tidak ada membuat surat dari Mahkamah Partai, lalu suratnya darimana," katanya.

"Besok (hari ini, red) kita akan mengambil langkah hukum, kami akan menggugat ke PTUN, yakni KPU dan DPP Gerindra, kita diberhentikan tanpa kita tahu, ini dzalim menurut saya," tegas Yusid.

Mestinya, ungkap Yusid, semua pihak dapat berpolitik dengan baik dan mematuhi aturan yang telah ada.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved