6.025 Warga Kalbar Terserang ISPA Akibat Kabut Asap, Mad Nawir Desak Dinkes Proaktif

Ia mengatakan bisa saja yang terdata dan tercatat di setiap Rumah Sakit, Puskesmas di setiap Kabupaten Kota, tapi yang tidak terdata lebih banyak

6.025 Warga Kalbar Terserang ISPA Akibat Kabut Asap, Mad Nawir Desak Dinkes Proaktif
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Mad Nawir saat ditemui di Ruang Kantor DPRD Provinsi Kalbar, Jumat (23/8/2019) 

6.025 Warga Kalbar Terserang ISPA Akibat Kabut Asap, Mad Nawir Desak Dinkes Proaktif Lakukan Aksi Nyata

PONTIANAK - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Mad Nawir menanggapi terkait ada 6.025 masyarakat dari 14 Kabupaten kota di Kalbar yang sudah terkena penyakit ISPA setelah adanya kabut asap .

Ia mengatakan bahwa itu bisa saja yang terdata dan tercatat di setiap Rumah Sakit, Puskesmas di setiap Kabupaten Kota, tapi yang tidak terdata mungkib bisa lebih dari 6 ribu bahkan bisa diangka 12 ribu lebih .

"Karena pasti ada orangg yang sudah terkena ISPA yang belum datang berobat ke Rumah Sakit atau puskesman, dan mungkin hanya klinik saja dan apakah itu masuk dalam hitungan atau tidak," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Pontianak, senin (16/9/2019).

Ia meminta kepada dinas terkait untuk penangan kesehatan yaitu Dinkes Kalbar agar betul- betul dalam menangani masalah ini, bukan hanya menunggu pasien datang tapi untuk bisa lebih aktif , misalnya membuka pelayanan darurat di posyandu atau tempat lainnya untuk mengobati masyarakat yang terkena ISPA. 

Baca: Penderita ISPA di Kubu Raya Meningkat Tiap Hari Akibat Kabut Asap, Sudah Nyaris Seribu Orang

Baca: RSUD Agoesdjam Tangani Sekitar 8 Pasien Terdampak ISPA Perhari

"Dampak dari kabut asap luar biasa bukan hanya ISPA bisa saja penyakit lainnya. Kami sudah mendorong bahkan di pandangan umum praksi DPRD Provinsi Kalbar sudah mendorong pemerintahan setidaknya untuk melakukan pencegahan dari karhutla harus ditingkatkan dan penanggulannya juga terus di desak dan Pemprov Kalbar sendiri memang sudah melakukan hal itu serta tidak hanya diam, tapi memang harus terus ditingkatkan jangan hanya sekedar menunaikan kewajiban saja," jelasnya.

Karhutla ini sudah memberikan dampak yang luar biasa dan menjadi kejadian luar biasa.

"Seharusnya pemerintah pusat harus turun tangan dan tidak bisa hanya menyalahkan daerah tapi juga harus pro aktif apa yang harus mereka lakukan jangan hanya bisa memberikan perintah dan menyalahkan saja," ujarnya.

Baca: Pasien Usia 6 Tahun Yang Terdampak ISPA Harus Dirawat Inap

Baca: Harrison: 6025 Masyarakat Kalbar Terkena Penyakit ISPA

Selain itu, Dinas kesehatan harus aktif jangan hanya menunggu pasien. Dinkes juga bisa mengajak rekan lainnya, organisasi, komunitas kepemudaan untuk melakukan aksi nyata terkait dampak kabut asap bagi kesehatan agar lebih merata.

"Saya amati sekarang asap bukan hanya diluar tapi sudah dalam ruangan yang membuat tidak enak. Saya minta pemerintah pusat lebih pro aktif jangan menyalahkan. Ayo sama-sama bekerja dengan pemerintah daerah untuk mengatasi ini," ujarnya.

Ia mengatakan kabut asap hanya bisa diselesaikan dengan menunggu hujan karena kalau mengharapkan pemadaman tidak mampu karena titik api di Kalbar sudah banyak.

Baca: Mad Nawir : Bantuan Pemasangan Listrik 2000 Rumah Warga Tak Mampu harus Tepat Sasaran

Baca: Anggota DPRD Kalbar Mad Nawir Nilai BPBD Tak Terlalu Sigap Menanggani Karhutla

"Kita harus terus bekerja jangan saling menyalahkan dan jangan hanya menyerahkan ini kepada TNI Polri, semua stake holder harus terua berkordinasi dan tak hanya sebatas kordinasi saja, akan tetapi harus ditindak lanjuti dengan aksi nyata," ujarnya. 

Update berita pilihantribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Anggita Putri
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved