Diduga Ada Oknum Calo, Imigrasi Singkawang Dapat Komplain Jual Beli Nomor Antrean Paspor

Noor Agus Hidayat mengatakan bahwa Kantor Imigrasi sudah memberikan kemudahan-kemudahan kepada masyarakat khususnya

Diduga Ada Oknum Calo, Imigrasi Singkawang Dapat Komplain Jual Beli Nomor Antrean Paspor
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Polres Singkawang bersama Saber Pungutan Liar (Pungli) melakukan monitoring ke Kantor Imigrasi Klas II, Jalan Firdaus, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Rabu (11/9/2019). 

Diduga Ada Oknum Calo, Imigrasi Singkawang Dapat Komplain Jual Beli Nomor Antrean Paspor

SINGKAWANG - Kepala Kantor Imigrasi Klas II, Noor Agus Hidayat mengatakan bahwa Kantor Imigrasi sudah memberikan kemudahan-kemudahan kepada masyarakat khususnya dalam pembuatan paspor.

Dimana sudah membentuk sistem dengan melakukan pendaftaran online dalam rangka mempermudah masyarakat walaupun tempat tinggalnya jauh, namun Ia bisa mendaftar langsung.

Namun pada kenyataannya dalam perjalanan sistem ini, ada oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggungjawab masuk ke dalam sistem ini untuk kepentingan pribadi.

"Kami merasa dirugikan banyaknya masyarakat komplain yang menyerang Kantor Imigrasi tentang adanya jual beli nomor antrean," katanya disela-sela kunjungan Polres Singkawang bersama Satuan Tugas (Satgas) Pungutan Liar (Pungli) ke Kantor Imigrasi Klas II, Jalan Firdaus, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Rabu (11/9/2019).

Baca: KISAH Nenek Diusir Anak Viral Media Sosial, Rindu dari Jember ke Bali Berujung Tangis Pilu & Ratapan

Baca: KUA Putussibau Selatan Terbitkan Akta Wakaf dan Ikrar Wakaf ke Yayasan Median Insan

Baca: Imigrasi Singkawang Cekal 30 Pemohon Diduga Untuk Kawin Pesanan

Ia menerangkan, nomor antrean tersebut bukan ranahnya Kantor Imigrasi yang mengeluarkan, namun Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM di Kota Pontianak.

Kantor Imigrasi berkesimpulan harus bekerjasama dengan Tim Satgas Pungli maupun Polres Singkawang untuk melakukan pencegahan ini.

"Akhirnya kami berkesimpulan dan harus bekerjasama dengan Tim Saber Pungli dan Porles Singkawang utnuk melakukan pencegahan," tuturnya.

Sistem Online

Semenjak Januari 2019, Imigrasi Singkawang telah menerapkan sistem online dalam proses pengajuan pemohon pasport dengan kuota 120 pemohon dalam satu hari kerja.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved