UPDATE Kasus OTT KPK Terhadap Bupati Suryadman Gidot hingga Desakan Usut Tuntas Warga Bengkayang
UPDATE Kasus OTT KPK Terhadap Bupati Suryadman Gidot hingga Desakan Usut Tuntas Warga Bengkayang
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Muhammad Firdaus
UPDATE Kasus OTT KPK Terhadap Bupati Suryadman Gidot hingga Desakan Usut Tuntas Warga Bengkayang
BENGKAYANG - Secara maraton, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, dan beberapa nama lainnya.
Sebelumnya KPK sendiri melalui rilis resminya telah mengumumkan nama tujuh orang tersangka dugaan kasus suap.
Tim Penyidik KPK sendiri telah membawa satu koper warna hijau ukuran besar, satu koper hitam berbentuk box ukuran sedang, dan tiga kotak kardus ukuran sedang saat meninggalkan Kantor Bupati Bengkayang, Jumat (6/9/2019) siang.
Baca: Suryadman Gidot Mengundurkan Diri Dari Demokrat
Belasan orang yang menggunakan rompi bertuliskan KPK melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Bengkayang, yang mana tujuh diantaranya membawa tas punggung diduga berisi barang bukti yang diamankan dari Kantor Bupati Bengkayang.
Tidak ada satu orangpun dari Tim Penyidik KPK yang mau memberikan komentar terkait apa saja yang mereka bawa usai melakukan penggeledahan di kantor Bupati ketika di tanyai oleh awak media, mereka hanya diam dan masuk dalam mobil.
Penggeledahan tersebut dilakukan tertutup, dengan penjagaan ketat aparat kepolisian, yang memakan waktu selama tujuh jam, mulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 15.00 siang.
Baca: GIDOT Diduga Minta Uang Rp 300 Juta ke 2 Kadis di Bengkayang, Ini Rencana Pemanfaatannya?
Setelah tujuh jam melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Bengkayang. Tim Penyidik KPK akhirnya keluar dari ruang kerja Bupati Bengkayang dengan membawa sejumlah barang yang diduga berkas-berkas yang akan dijadikan barang bukti.
Selama penggeledahan tertutup tersebut Tim Penyidik KPK juga memanggil sejumlah orang untuk dimintai keterangan.
Baca: Begini Tanggapan Wakil Bupati Bengkayang Terkait Kasus OTT KPK yang Menyeret Suryadman Gidot
Baca: Ibu Negara Sosialisasikan Bahaya Narkoba Lewat Kuis Berhadiah kepada Taruna AAU
Baca: Mendikbud: Tradisi Perpindahan Pejabat Akan Terus Dilakukan
Usai melakukan penggeledahan, Tim Penyidik KPK meninggalkan Kantor Bupati Bengkayang menggunakan tiga unit mobil Toyota Kijang Innova Reborn, dua warna hitam dan satu warna silver.
Dari Kantor Bupati, Tim Penyidik KPK melanjutkan penggeledahan ke rumah pribadi Suryadman Gidot di Jalan Langgawi, Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang.
Penggeledahan tersebut dilakukan sekitar pukul 15.30, sesaat selesai dari menggeledah Kantor Bupati Bengkayang pukul 15.00.
Sama seperti lokasi sebelumnya, penggeledahan yang dilakukan KPK ke rumah Bupati tersebut juga dilakukan tertutup.
Anggota kepolisian dengan senjata lengkap menjaga ketat proses penggeledahan yang dilakukan Tim Penyidik KPK di rumah Bupati.
Tidak bisa diketahui apa saja yang dibawa oleh Tim Penyidik KPK dari rumah Bupati tersebut, sebab tidak kelihatan dari jarak jauh.
Baca: JUMLAH Harta Bupati Bengkayang Suryadman Gidot yang Kena OTT KPK
Di sisi lain, Tim Penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di Kantor Dinas PUPR, mereka sengaja membagi menjadi dua tim, satu tim di Dinas PUPR dan satu tim di Kantor Bupati.
Tim Penyidik KPK di Kantor Dinas PUPR selesai melakukan penggeledahan sekitar pukul 14.00, lebih cepat dari tim yang menggeledah di Kantor Bupati.
Dari Dinas PUPR mereka kemudian bergeser ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menggeledah ruang kerja Kepala Dinas, Agustinus Yan.
Tim Penyidik KPK yang sedang melakukan penggeledahan di ruang kerja Kepala Dians Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang mengangkut sejumlah berkas ke aula untuk di analisa.
Hal tersebut mereka lakukan guna mempermudah penggeledahan, sebab ruang Kepala Dinas berukuran tidak terlalu besar.
Di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, penggeledahan berlangsung sampai pukul 18.15.
Dari ruang kerja Agustinus Yan, Tim Penyidik KPK membawa satu koper warna hijau ukuran besar, satu koper hitam berbentuk box warna hitam ukuran sedang, dan satu kotak kardus ukuran sedang.
Baca: Gubernur Sutarmidji Angkat Suara Terkait OTT KPK pada Bupati Bengkayang Suryadman Gidot
Desak Usut Tuntas
Masyarakat Kabupaten Bengkayang saat ini masih menerima kabar yang simpang siur terkait kasus tersebut, sebab salah satu yang di amankan oleh KPK yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Agustinus Yan sampai saat ini tidak diketahui dimana dan apa kabarnya. Agustinus Yan juga belum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Satu diantara masyarakat Kabupaten Bengkayang, Martinus Bomba (39) meminta kepada penegak hukum, mulai dari pihak Kepolisian, KPK dan lainya agar mengusut sampai tuntas kasus OTT yang melibatkan orang nomor satu di Bengkayang tersebut.
"Sampai saat ini kita masih belum tahu kejelasannya, kita minta apapun perkembangan penyidikan dari penegak hukum harus disampaikan ke masyarakat seluruh Indonesia khususnya lagi Kabupaten Bengkayang melalui pemberitaan di media, baik itu televisi, koran dan online," ujarnya, kepada Tribun, Sabtu (7/9/2019).
Menanggapi terkait penggeledahan yang dilakukan oleh KPK, Martinus Bomba meminta agar Tim KPK yang turun ke Bengkayang segera menyampaikan hasilnya.
"Tentu kita ingin segera tahu, apa yang mereka lakukan disini, apa yang mereka bawa, apa hasilnya, jangan diam-diam saja, ini kepala daerah kita yang terlibat," katanya.
"Jujur saja saya tidak percaya kalau Pak Gidot terlibat kasus seperti ini, apalagi ini sudah dekat mau habis jabatan dia sebagai Bupati, makanya kita ingin tahu sejelas-jelasnya," tambahnya.
Senada, Yordanus (44) warga Kabupaten Bengkayang, juga mendesak agar penegak hukum melaksanakan tugas secara transparan.
Baca: Mahasiswa Bengkayang Prihatin Pejabat Bengkayang di OTT KPK
Baca: Begini Tanggapan Wakil Bupati Bengkayang Terkait Kasus OTT KPK yang Menyeret Suryadman Gidot
Baca: Pasca OTT KPK, Rumah Pribadi Bupati Bengkayang dan Mess Pemda Sepi
"Masyarakat luar mungkin saja tidak begitu menanggapi kasus ini, tapi kami di Bengkayang ini heboh, semuanya serba simpang siur, banyak informasi yang sampai ke telinga masyarakat tapi tidak jelas sumbernya, makanya penegak hukum harus transparan dong," tukasnya.
Yordan, sapaan akrabnya, mengatakan KPK sudah sangat tepat melakukan penggeledahan dengan cepat, sebab kata dia, bisa saja para tersangka menghilangkan alat bukti, meski ruangan tersebut di segel dan di jaga ketat.
"Baguslah itu cepat di geledah, bisa saja ada orang yang berupaya menghilangkan alat bukti, saya salut juga dengan KPK ini," ucapnya.
Terakhir, dia berharap kasus OTT KPK yang melibatkan pejabat daerah Kabupaten Bengkayang ini tidak terulang kembali, oleh karena itu dia mengimbau agar semua pejabat daerah di Bengkayang untuk tidak coba-coba dengan suap dan korupsi.
"Kerja saja sesuai tugasnya, jangan ada suap menyuap, jangan ada gesek sana gesek sini, yang dirugukan itu masyarakat, bagaimana Bengkayang yang tercinta ini bisa maju kalau pejabatnya korupsi," pungkasnya.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak