Masyarakat Bengkayang Ingin Penegak Hukum Transparan Terkait Kasus OTT KPK di Kalbar
Kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK di Kalimantan Barat menyeret nama Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Madrosid
Masyarakat Bengkayang Ingin Penegak Hukum Transparan Terkait Kasus OTT KPK di Kalbar
BENGKAYANG - Kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK di Kalimantan Barat menyeret nama Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, dan beberapa nama lainnya.
Sebelumnya KPK sendiri melalui rilis resminya telah mengumumkan nama tujuh orang tersangka dugaan kasus suap.
KPK telah melakukan penggeledahan di empat lokasi yang ada di Kabupaten Bengkayang, yakni Kantor Bupati, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan rumah pribadi Suryadman Gidot.
Tim Penyidik KPK telah kembali ke Jakarta dengan membawa sejumlah barang yang mereka amankan dari empat lokasi tersebut diduga adalah berkas-berkas yang akan menjadi alat bukti pendukung dalam kasus OTT tersebut.
Masyarakat Kabupaten Bengkayang saat ini masih menerima kabar yang simpang siur terkait kasus tersebut, sebab salah satu yang di amankan oleh KPK yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Agustinus Yan sampai saat ini tidak diketahui dimana dan apa kabarnya. Agustinus Yan juga belum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Satu diantara masyarakat Kabupaten Bengkayang, Martinus Bomba (39) meminta kepada penegak hukum, mulai dari pihak Kepolisian, KPK dan lainya agar mengusut sampai tuntas kasus OTT yang melibatkan orang nomor satu di Bengkayang tersebut.
"Sampai saat ini kita masih belum tahu kejelasannya, kita minta apapun perkembangan penyidikan dari penegak hukum harus disampaikan ke masyarakat seluruh Indonesia khususnya lagi Kabupaten Bengkayang melalui pemberitaan di media, baik itu televisi, koran dan online," ujarnya, kepada Tribun, Sabtu (7/9/2019).
Menanggapi terkait penggeledahan yang dilakukan oleh KPK, Martinus Bomba meminta agar Tim KPK yang turun ke Bengkayang segera menyampaikan hasilnya.
"Tentu kita ingin segera tahu, apa yang mereka lakukan disini, apa yang mereka bawa, apa hasilnya, jangan diam-diam saja, ini kepala daerah kita yang terlibat," katanya.
"Jujur saja saya tidak percaya kalau Pak Gidot terlibat kasus seperti ini, apalagi ini sudah dekat mau habis jabatan dia sebagai Bupati, makanya kita ingin tahu sejelas-jelasnya," tambahnya.
Senada, Yordanus (44) warga Kabupaten Bengkayang, juga mendesak agar penegak hukum melaksanakan tugas secara transparan.
Baca: Mahasiswa Bengkayang Prihatin Pejabat Bengkayang di OTT KPK
Baca: Begini Tanggapan Wakil Bupati Bengkayang Terkait Kasus OTT KPK yang Menyeret Suryadman Gidot
Baca: Pasca OTT KPK, Rumah Pribadi Bupati Bengkayang dan Mess Pemda Sepi
"Masyarakat luar mungkin saja tidak begitu menanggapi kasus ini, tapi kami di Bengkayang ini heboh, semuanya serba simpang siur, banyak informasi yang sampai ke telinga masyarakat tapi tidak jelas sumbernya, makanya penegak hukum harus transparan dong," tukasnya.
Yordan, sapaan akrabnya, mengatakan KPK sudah sangat tepat melakukan penggeledahan dengan cepat, sebab kata dia, bisa saja para tersangka menghilangkan alat bukti, meski ruangan tersebut di segel dan di jaga ketat.
"Baguslah itu cepat di geledah, bisa saja ada orang yang berupaya menghilangkan alat bukti, saya salut juga dengan KPK ini," ucapnya.