Masyarakat Bengkayang Ingin Penegak Hukum Transparan Terkait Kasus OTT KPK di Kalbar

Kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK di Kalimantan Barat menyeret nama Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot

Masyarakat Bengkayang Ingin Penegak Hukum Transparan Terkait Kasus OTT KPK di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ya'M Nurul Anshory
Usai digeledah, dengan pengamanan ketat, Tim Penyidik KPK keluar dari Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membawa sejumlah barang dengan koper dan kotak kardus, Jumat (6/9/2019). 

Masyarakat Bengkayang Ingin Penegak Hukum Transparan Terkait Kasus OTT KPK di Kalbar

BENGKAYANG - Kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK di Kalimantan Barat menyeret nama Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, dan beberapa nama lainnya.

Sebelumnya KPK sendiri melalui rilis resminya telah mengumumkan nama tujuh orang tersangka dugaan kasus suap.

KPK telah melakukan penggeledahan di empat lokasi yang ada di Kabupaten Bengkayang, yakni Kantor Bupati, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan rumah pribadi Suryadman Gidot.

Tim Penyidik KPK telah kembali ke Jakarta dengan membawa sejumlah barang yang mereka amankan dari empat lokasi tersebut diduga adalah berkas-berkas yang akan menjadi alat bukti pendukung dalam kasus OTT tersebut.

Masyarakat Kabupaten Bengkayang saat ini masih menerima kabar yang simpang siur terkait kasus tersebut, sebab salah satu yang di amankan oleh KPK yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Agustinus Yan sampai saat ini tidak diketahui dimana dan apa kabarnya. Agustinus Yan juga belum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Satu diantara masyarakat Kabupaten Bengkayang, Martinus Bomba (39) meminta kepada penegak hukum, mulai dari pihak Kepolisian, KPK dan lainya agar mengusut sampai tuntas kasus OTT yang melibatkan orang nomor satu di Bengkayang tersebut.

"Sampai saat ini kita masih belum tahu kejelasannya, kita minta apapun perkembangan penyidikan dari penegak hukum harus disampaikan ke masyarakat seluruh Indonesia khususnya lagi Kabupaten Bengkayang melalui pemberitaan di media, baik itu televisi, koran dan online," ujarnya, kepada Tribun, Sabtu (7/9/2019).

Menanggapi terkait penggeledahan yang dilakukan oleh KPK, Martinus Bomba meminta agar Tim KPK yang turun ke Bengkayang segera menyampaikan hasilnya.

"Tentu kita ingin segera tahu, apa yang mereka lakukan disini, apa yang mereka bawa, apa hasilnya, jangan diam-diam saja, ini kepala daerah kita yang terlibat," katanya.

Halaman
12
Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved