Wabup Muhammad Pagi Sarankan Nelayan Terdampak Terminal Kijing Kirim Surat ke Gubernur

Sebelumnya, lebih dari 300 orang nelayan menggeruduk kantor PT Wika sebagai kontraktor pelaksana pengerjaan Terminal Kijing

Wabup Muhammad Pagi Sarankan Nelayan Terdampak Terminal Kijing Kirim Surat ke Gubernur
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YA' M NURUL ASHORY
Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi saat menerima audiensi dari para nelayan terdampak pembangunan Terminal Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit, di Kantor Bupati Mempawah, Senin (2/9/2019) 

Wakil Bupati Mempawah Sarankan Nelayan Sungai Kunyit yang Minta Ganti Rugi Kirim Surat ke Gubernur

MEMPAWAH - Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi menerima 12 orang perwakilan nelayan yang terdampak pembangunan Terminal Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit, Senin (2/9/2019).

Sebelumnya, lebih dari 300 orang nelayan menggeruduk kantor PT Wika sebagai kontraktor pelaksana pengerjaan Terminal Kijing yang dipercayai oleh PT Pelindo.

Kedatangan para nelayan ke Kantor Bupati Mempawah untuk bertemu dengan Bupati Erlina guna meminta kejelasan terkait ganti rugi kepada mereka, namun mereka disambut oleh Wakil Bupati, Muhammad Pagi.

Dalam audiensi tersebut, Wakil Bupati mendengar apa yang menjadi keluhan para nelayan, dia menerima semua masukan dan memberikan saran terkait apa yang menjadi keinginan para nelayan.

Baca: Nelayan Terdampak Pembangunan Terminal Kijing Minta Kejelasan Ganti Rugi, Datangi Pemkab Mempawah

Baca: Mohlis Saka Desak Pihak Terkait Usut Tuntas Keberadaan TKA Diduga Ilegal di Kijing

"Kepada para nelayan dari Kecamatan Sungai Kunyit itu, karena ada aturan-aturan yang harus diikuti, maka kita menyarankan agar mereka menyampaikan surat kepada Gubernur Kalbar. Sehingga apa yang menjadi keinginan masyarakat, Pemerintah bisa mengambil langkah kebijakan, agar apa yang menjadi keinginan mereka bisa terwujud, yang penting tidak menyalahi aturan yang berlaku," ujarnya.

Muhammad Pagi mengatakan pihaknya belum bisa memastikan kapan akan dilakukan ganti rugi, sebab itu bukan wewenang mereka. Dia mengatakan Pemkab Mempawah hanya menjembatani saja, karena proyek pembangunan Terminal Kijing itu ranah Pemprov.

"Kita menyarankan agar mereka memberikan surat resmi langsung kepada Pemerintah Provinsi, jadi kita hanya menerima tembusan saja dari mereka. Jika sudah ada tembusan, kita akan mencoba komunikasikan kepada Pemprov Kalbar, nanti bagaimana penilaian dan kebijakan dari Pemprov Kalbar mengenai itu akan kita tindak lanjuti," ujarnya.

Baca: Ini Perusahaan Yang Pekerjakan Orang Asing Ilegal untuk Memasang Pancang Beton Terminal Kijing

Baca: BREAKING NEWS - Puluhan TKA di Proyek Pelabuhan Kijing Diduga Ilegal, Tukang Masak dari China

Muhammad Pagi mengatakan belum ada target berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi Pemkab Mempawah untuk melakukan komunikasi dengan Pemprov, sebab belum ada komunikasi apapun yang dilakukan terkait tuntutan para nelayan.

Jika tidak ada titik terang kata dia, ada jalur hukum, para nelayan tersebut bisa menempuh jalur hukum, artinya kata dia di-PTUN kan, kemudian kalau penegak hukum sudah memutuskan mau tidak mau para nelayan harus ikut.

Dalam audiensi yang dilakukan oleh para nelayan dengan Wakil Bupati, mereka juga menuntut agar pengerjaan Terminal Kijing dihentikan, namun hal itu tidak bisa disanggupi oleh Muhammad Pagi dengan alasan bukan tupoksi Pemkab Mempawah.

Baca: Gubernur Ajak Awasi Pembangunan‎ Pelabuhan Kijing dan Jembatan Sambas

Baca: BREAKING NEWS - Warga Mempawah Ngadu ke Gubernur Sutarmidji, Protes Ganti Rugi Pelabuhan Kijing

"Itukan proyek skala nasional, ada aturan-aturannya, jadi kita Pemkab ini tidak bisa menghentikan proses pembangunan Terminal Kijing, karena itu bukan wewenang kita. Kalau ada sesuatu lain hal yang ingin disampaikan kepada Pemerintah silahkan dikomunikasikan, jangan bertindak sendiri-sendiri yang akan merugikan kita semua," pungkasnya.  

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved