Nelayan Terdampak Pembangunan Terminal Kijing Minta Kejelasan Ganti Rugi, Datangi Pemkab Mempawah

"data itu kita tidak tahu ke mana jejaknya, dan kemudian tindak lanjutnya juga tidak ada, jadi hari ini kita datang ke sini untuk meminta kepastian,"

Nelayan Terdampak Pembangunan Terminal Kijing Minta Kejelasan Ganti Rugi, Datangi Pemkab Mempawah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YA' M NURUL ASHORY
Perwakilan para nelayan dari Kecamatan Sungai Kunyit, saat menyampaikan aspirasinya kepada Pemkab Mempawah melalui Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, di Aula Balai Patih, Selasa (2/9/2019). 

Nelayan Terdampak Pembangunan Terminal Kijing di Sungai Kunyit Minta Kejelasan Ganti Rugi, Datangi Pemkab Mempawah

MEMPAWAH - Usai menggeruduk kantor PT Wika yang menjadi kontraktor pengerjaan Terminal Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit, ratusan nelayan bergeser menuju ke Kantor Bupati Mempawah, Senin (2/9/2019) siang.

Koordinator Nelayan Kecamatan Sungai Kunyit, Andi Kamaludin mengatakan tujuan mereka datang, ingin bertemu dengan Bupati Mempawah, Erlina, untuk menanyakan kejelasan terkait ganti rugi kepada nelayan yang terdampak pembangunan Terminal Kijing.

"Pembangunan Terminal Kijing itu belum tuntas, masih banyak nelayan yang tidak terdata, oleh karena itu, kami datang kesini meminta agar diberikan penjelasan agar tahu kapan ganti rugi dilakukan, karena selama ini kami telah mengantar data kepada Dinas Perikanan Kabupaten Mempawah sampai kepada Gubernur," ujarnya.

Baca: Mohlis Saka Desak Pihak Terkait Usut Tuntas Keberadaan TKA Diduga Ilegal di Kijing

Baca: 30 TKA di Pembangunan Terminal Kijing Dipastikan Belum Kantongi Ijin Bekerja

Andi berharap, Pemerintah Kabupaten Mempawah merespon aspirasi mereka dengan baik.

Sebab kata dia ganti rugi yang diberikan tidak bisa kalau hanya kepada nelayan togok dan kelong saja, harus ada ganti rugi juga kepada nelayan pancing, pukat, dan sungkur (sejenis suluh yang ditarik dengan sampan bermesin_red).

"Jadi kami menuntut juga keadilan di sini karena ada juga nelayan-nelayan yang lain seperti togok dan kelong sudah mendapat ganti rugi, nelayan tradisional lainnya sampai sekarang belum dilakukan pendataan apalagi verifikasi," ujarnya.

Baca: BREAKING NEWS - Puluhan TKA di Proyek Pelabuhan Kijing Diduga Ilegal, Tukang Masak dari China

Baca: Sudah Minggu ke-47, Progres Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing Baru 14 Persen

Andi menekankan, bahwa kedatangan mereka hanya ingin meminta kejelasan saja, sebab selama ini para nelayan sudah menyerahkan data mereka kepada Dinas Perikanan dan Gubernur Kalbar.

"Tapi data itu kita tidak tahu ke mana jejaknya, dan kemudian tindak lanjutnya juga tidak ada, jadi hari ini kita datang ke sini untuk meminta kepastian kira-kira kapan ganti rugi akan dilakukan," tegasnya. 

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved