Tenaga Kerja Ilegal

BREAKING NEWS - Puluhan TKA di Proyek Pelabuhan Kijing Diduga Ilegal, Tukang Masak dari China

Jenis pekerjaan yang dikerjaan mulai dari teknisi, mekanik, surveyor, pelaut, tukang las, sampai kepala koki.

BREAKING NEWS - Puluhan TKA di Proyek Pelabuhan Kijing Diduga Ilegal, Tukang Masak dari China
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Proses pemancangan tiang beton di pelabuhan internasional kijing, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, beberapa waktu lalu. 

BREAKING NEWS - Tim Pengawas Ketenagakerjaan Mempawah Temukan Puluhan TKA Ilegal Bekerja di Pembangunan Terminal Kijing

MEMPAWAH - Sebanyak 30 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) diduga bekerja secara ilegal.

Dari hasil temuan Pengawas Tenaga Kerja Wilayah I, Kalbar, mereka mereka bekerja di Pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing Mempawah, tanpa mengantongi izin dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Para TKA tersebut dibawa oleh PT Hsing Loong Indonesia, dan dari 30 orang, mereka berada di Kapal TK SGP 31 sebanyak 14 orang dan Kapal Zhe Zhuang 7 Hao (SGP 7) sebanyak 16 orang. 

Dari laporan yang tertera pada berkas nota pemeriksaan yang diterima Tribun, para TKA ilegal tersebut dipekerjakan oleh Subkontraktor PT Wika yakni PT Hsing Loong untuk melakukan pemasangan tiang pancang beton Pembangunan Terminal Kijing.

Dari daftar yang ada, 30 pekerja asing itu berasal dari empat negara berbeda.

Tiongkok, Thailand, India, Malaysia.

Baca: Wanita Indekos Ditemukan Tewas di Kamarnya, Ibu Korban Mimpi Sosok Mahluk Menyeramkan

Baca: Bupati Erlina Tegaskan Dua Mega Proyek di Mempawah Harus Serap Tenaga Kerja Lokal

Tiongkok paling banyak dengan sedikitnya 19 orang. Diikuti asal India sebanyak 5 orang, lalu Thailand 4 orang. 

Sedangkan tenaga kerja asing diduga ilegal asal Malaysia berjumlah sebanyak 2 orang. 

Jenis pekerjaan yang dikerjaan mulai dari teknisi, mekanik, surveyor, pelaut, tukang las, sampai kepala koki.

Halaman
12
Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved